BELAS KASIH TUHAN
Peringatan Wajib St. Monika
1Tes 3:7-13
Luk 7:11-17
Yesus menujukkan sesuatu yang selalu menjadi motivasi Nya dalam setiap tindakan yang Dia lakukan, yaitu “Belas-kasih”. Ketika Yesus bertemu dengan seorang janda yang kehilangan anak laki-lakinya, Yesus berkata : “Jangan menangis”. Lalu Yesus menghidupkan kembali anaknya. Itulah yang dibuat Yesus kepada orang yang menderita. Sikap “Belas-kasih” ini melekat dalam diri Yesus Kristus. Dia melaksanakan kehendak BapaNya untuk menyatakan bahwa Kerajaan Allah hadir untuk manusia. Kerajaan Allah tersebut dibangun atas dasar Belas kasih. Oleh karena itu ketika orang hidup dalam cinta kasih, ia hidup dalam Kerajaan Allah.
Kerajaan Allah bisa dirasakan saat ini dalam keluarga dan lingkungan ketika semua hidup dengan saling mengasihi. Yesus memulai membangun Kerajaan Allah tersebut pertama-tama dengan memperhatikan mereka yang lemah dalam komunitas. Yang lemah diperhatikan oleh Yesus karena cinta kasih medorong seseorang untuk peduli pada penderitaan orang lain. Kasih bukan sesuatu yang egois. Kasih selalu mendorong kita untuk peduli pada sesengsaraan sesamanya. Kasih selalu mencari mereka ; pribadi-pribadi yang susah, menderita, dan tersingingkirkan.
Belas-kasih Allah akan tinggal dan tumbuh berkembang dalam diri pribadi yang rendah hati. Bagaikan tanah yang subur, demikianlah pribadi yang rendah hati. Tanah yang subur memiliki kemampuan untuk menumbuhkan benih yang berkualitas sehingga menjadi tanaman/pohon yang kuat, dan berbuah lebat. Demikian juga dengan orang yang rendah hati akan menjadi pribadi yang kuat dan siap melayani dan menyebarkan cinta kasih Tuhan dimanapun ia berada.
Tuhan Yesus Yang Maha Kasih, Engkau telah menunjukkan kepada kami betapa besar cintaMu kepada kami orang yang lemah dan berdosa ini. Ajarilah kami untuk mengerti dan melaksanakan kehendakMu, yaitu menyebarluaskan cinta kasihMu kepada semua orang yang ada disekitar kami. Engkaulah Tuhan dan pengantara kami, Amin.