Fokus dan Komitmen dalam mengikuti Kristus
Selasa, 6 Oktober 2015
Fokus dan Komitmen dalam mengikuti Kristus
Yun. 3:1-10; Luk. 10:38-42
Dalam bacaan injil hari ini kita kembali bertemu dengan dua tokoh yang tidak asing lagi bagi kita: Marta dan Maria. Kedua bersaudara ini mempunyai karacter masing-masing tetapi saling melengkapi satu dengan yang lain dalam satu relasi dengan Yesus. Yesus menunjukan kepada kita bagaimana satu aspek dapat menyeimbangkan aspek yang lain dalam relasi dengan-Nya.
Ketika Yesus berkata kepada Marta bahwa dia terlalu kuatir akan banyak hal dan Maria memilih satu hal yang terpenting, Yesus sebenarnya mau menunjukan perlu adanya keseimbangan dalam mengikuti Dia. Yesus mengingatkan kita, jika kita terlalu focus terhadap satu aspek (aksi) dan aspek lain (contemplasi) diabaikan, kita sebenarnya tidak menjadi pengikutNya yang sejati.
Hal penting yang dibutuhkan oleh pengikut Kristus adalah “focus dan komitment”.
Kalau kita focus pada apa yang kita lakukan, kita tidak mudah terombang-ambing oleh kekuatiran. Kalau kita terlalu sibuk untuk melakukan banyak hal, focus kita akan terbagi-bagi dan pada akhirnya kita bisa lupa hal utama yang sebenarnya yang kita mau cari dan capai.
Selain focus, komitment membantu kita untuk tetap berada pada apa yang hendak kita lakukan atau capai. Komitment yang kuat membantu kita untuk tidak menyerah begitu saja tawaran-tawaran luar yang membuat focus kita berubah.
Dalam mengikuti Kristus, kita perlu mempunyai keseimbangan dalam karya nyata dan relasi dengan Tuhan sendiri. Dalam banyak pengalaman, orang bisa begitu aktif dalam karya nyata, menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk membantu orang lain tetapi sering kali lupa untuk mempunyai waktu yang khusus untuk membangun relasi dengan Tuhan. Orang bisa sangat aktif dalam melayani akan tetapi pada saat yang sama bisa bersungut-sungut dan cepat marah karena tuntutannya atau apa yang dimauinya tidak terpenuhi. Jika orang mempunyai waktu untuk hening dan mau refleksi apa yang dilakukan, orang dapat menemukan kekuatan yang menjadi dasar baginya untuk berkarya.
Sebagai pengikut Kristus kita diajak untuk beraksi, mempraktekkan kasih yang kita miliki dalam karya nyata dan dalam waktu yang sama mempunyai waktu untuk membangun relasi yang sejati dengan Tuhan karena Dialah sumber yang tidak akan pernah kering dalam aksi kita. Kita diajak untuk menjaga keseimbangan ini dalam peziarahan hidup kita sebagai pengikutNya.
Mari kita belajar menjadi murid Kristus sejati, berani untuk berziarah: Mengikuti jejak Kristus, berjalan bersama Dia dan selalu berada bersama Dia. Berani untuk menjadi sempurna seperti Guru