Bertekun dalam Doa

Bertekun dalam Doa

Bacaan hari kamis 8 Oktober 2015

Malekhi 3:13-20b

Luk 11:5-13

Bertekun dalam Doa

Setiap kita pasti pernah mempunyai pengalaman dimana kita merasa doa kita tidak didengarkan oleh Tuhan. Dalam beberapa kesempatan saya mendapat keluhan dalam rupa pertanyaan “mengapa Tuhan tidak pernah mendengarkan dan mengabulkan doa saya? Seorang bapa datang ke kantor saya dan dengan sangat marah, berkata: mengapa Tuhan tidak mendengarkan doa saya. Saya sudah beusaha untuk mengikuti perintahnya tetapi permohonan saya untuk kesembuhan istri saya tidak pernah terkabulkan? Apa yang salah? Apa yang harus saya lakukan supaya doa saya untuk istriku bisa dikabulkan? Saya bertanya kepadanya: sudah berapa lama anda berdoa untuk istri anda? dia menjawab: sudah lebih dari 20 tahun. Saya kembali bertanya kepadanya, apakah kamu yakin Tuhan tidak pernah mendengarkan doamu? Bapa itu menjawab: sejauh ini istri saya tidak pernah sembuh, berarti Tuhan tidak menjawab doa saya. Bapa masih juga berdoa untuk kesembuhan istrimu, saya balik bertanya. Dia menjawab: ya! saya hayna mengatakan terus berdoa, jangan berhenti berdoa. Tuhan akan memerikan sesuatu yang belum pernah anda pikirkan sebelumnya.

Bacaan injil hari ini menceritakan seseorang kedatangan tamu diwaktu malam dan dia tidak mempunyai makanan untuk diberikan kepada tamunya. Dia membangunkan temannya yang sudah tidur hanya untuk meminta makanan. Temanya tidak mau membukakan pintunya tetapi karena dia tetap memintanya, akhirnya temanya bangun dan memberikan apa yang dia minta.

Dengan cerita ini Yesus sebenarnya mengajak kita untuk tetap bertekun dalam doa-doa kita. Dengan tetap setia bertekun, apa yang kita minta akan dikabulkan. Yesus mengajarkan kita untuk tetap percaya kepada Tuhan dengan segenap hati, pikiran dan jiwa kita. Dengan keyakinan yang kuat dari pihak kita, doa-doa kita tidak pernah diabaikan oleh Tuhan. Tuhan kita selalu memberikan kepada kita apa yang kita butuhkan. Dia selalu memberikan kepada kita apa yang sunguh-sungguh menjadi kebutuhan kita.

Ketika kita berdoa “doa bapa kami”, kita selalu berkata: jadilah kehendakMu. Ini adalah inti dari doa bapa kami. Kita boleh meminta dan mengetuk, akan tetapi kita harus percaya juga bahwa kehendak Tuhan selalu lebih baik dari kehendak kita sendiri. Tentu hal ini tidak mudah bagi kita karena kita menyerahkan semua control hidup kita kepada Tuhan. Akan tetapi kalau kita percayakan segalanya kepada Dia kita akan mempunyai kebebasan yang bersumber dari Tuhan sendiri.

Yesus berkata” mintalah maka kamu akan menerima, carilah maka kamu akan menemukan dan ketuklah maka pintu akan dibukakannya bagimu”.

Apakah kita percaya, Tuhan selalu mengabulkan setiap permohonan kita? Apakah kita mau menerima jawaban Tuhan? ‘Jangan merasa kaget kalau Tuhan memberikan sesuatu yang tidak pernah kita bayakan sebelumnya. Tuhan lebih Tahu apa sesungguhnya kita butuhkan.

Comments are closed.
Translate »