Yesus melancarkan kecaman keras

Yesus melancarkan kecaman keras

Yesus melancarkan kecaman keras

Rm 2:1-11; Luk 11:42-46

Yesus terus melancarkan kritikan terhadap kaum farisi dan bahkan dengan nada yang lebih keras. Para ahli taurat pun tidak luput.

Kecaman Yesus berkaitan dengan dua macam kerakusan: uang dan kuasa. Bagi Yesus, para farisi lebih memusatkan perhatian pada pajak persepuluhan ketimbang makna sejati sebuah persembahan yakni keadilan dan kasih akan Allah. Misalnya, uang derma yang diperuntukkan untuk membangun gereja justru dihabiskan oleh para pelayan gereja.

Kecaman kedua berkaitan dengan kuasa, yakni pemakaian jabatan dan simbol religius dengan maksud agar dihormati. Misalnya, imam ditempeleng karena tidak mencium cincin uskup! Atau pastor memakai mimbar gereja bahkan pasar untuk mencari popularitas diri!

Mendengar kecaman Yesus, para ahli taurat merasa tersinggung. Yesus pun mengecam mereka dengan sangat keras karena mereka menaruh beban-beban berat, yakni aturan dan hukum yang mereka buat dan memberlakukannya pada orang lain, tapi mereka sendiri tidak menyentuhnya dengan ujung jari pun.

Kecaman Yesus bukanlah kritik semata melainkan kutukan(!) terhadap orang yang menawarkan agama kematian. Yesus mengumpamakannya dengan kubur: orang berjalan kian-kemari di atasnya, tapi tidak sadar bahwa bagian dalamnya bersisi orang-orang mati. Dewasa ini para teroris bisa dikategorikan sebagai pewaris utama kepercayaan ini. Dengan memakai logika kematian, dan dipicu oleh formula-formula suci, mereka membenarkan pembunuhan sebagai alternatif aman masuk ke surga.

Comments are closed.
Translate ยป