Rom 6:12-18/Lk 12:39-48
Rabu, 21 Oktober 2015
Rom 6:12-18/Lk 12:39-48
Pelajaran apa yang dapat kita tarik dari perumpamaanYesus tentang pencuri di malam hari dan tuan rumah yang mengejutkan para pelayannya dalam kunjungan yang tak terduga-duga? Kedua perumpamaan ini membuka perspektif kita bahwa kita dapat kehilangan harta spiritual apapun yang kita miliki saat ini maupun harta warisan di masa depan jika kita tidak berjaga-jaga.
Perumpamaan Yesus tentang pencuri di malam hari mengajak setiap kita pendengar-Nya untuk secara setia berjaga-jaga untuk menghindari setiap kemungkinan hidup kita dijarah, diobrak-abrik dan dirusakkan oleh kuasa-kuasa kejahatan dan kegelapan. Hanya pencuri konyol yang mengabarkan kapan dia datang. Dan setan bersama kuasa jahatnya bukan pencuri konyol. Mereka pencuri ulung dan kelas kakap. Ingat, Tidak ada pencuri yang akan mengumumkan niatnya terlebih dahulu, kapan dan di mana ia akan menyerang. Ketakwaspadaan akan mengundang bencana bagi mereka yang tidak siap untuk menjaga harta dan kehidupan dari rongrongan dosa dan kejahatan. Penyusup akan menyerang ketika dia justru tidak pernah disangka akan menyerang.
Tuhan Yesus memanggil kita untuk senantiasa berjaga-jaga dan mawas diri menanti kedatangan-Nya dan bersiap berjumpa dengan Dia ketika Dia memanggil kita. Dia juga menghembuskan Roh Kudus sehingga kita tetap berpegang teguh pada kebijaksanaan, pertolongan dan kekuatan dari Allah sendiri lebih-lebih tatkala kita harus berbalik dari dosa dan kejatuhan kita untuk kembali dirangkul dalam dekapan kasih dan belarasa Allah sendiri. Peringatan Yesus akan hari penghakiman mendatangkan ketakutan dan kekhawatiran untuk mereka yang tidak siap. Sebaliknya, untuk mereka yang sudah siap menyambut-Nya, Ia mendatangkan kegembiraan yang tiada taranya. Penghakiman Allah adalah kabar gembira bagi siapa saja yang siap untuk bertemu dengan Dia. Pahala mereka adalah Allah sendiri, sumber segala kebenaran, keindahan, kebaikan, cinta dan kehidupan abadi. Amin.