Hamba yang tak berguna

Hamba yang tak berguna

Bacaan dari  Lukas 17: 10: “Apabila kamu sudah melakukan semua yang diperintahkan kepadamu, hendaklah kamu berkata, ‘Kami adalah hamba yang tidak berharga. Kami hanya melakukan apa yang menjadi tugas kami.”

Judul diatas menjadi tema kotbah Bapak uskup Emeritus Cardinal Mahony di Los Angeles, 1 Nov 2015 yang lalu. Saya akan mengutipkan kotbah beliau yang amat menarik untuk menjadi bahan permenungan kita.

“Bacaan di atas adalah favorit saya karena kata-kata itu sangat mengena di hati saat saya akan segera pensiun dari seluruh tugas Gereja ini.  Bayangkanlah seorang hamba yang baru pulang dari bekerja, lelah dan berpeluh. Sesampai di rumah tuannya, sang majikan malah menyuruhnya membuatkan makanan dan minuman untuk dihidangkan. Ia tidak dibiarkan beristirahat sejenak. Baru seusai sang majika makan, barulah si hamba makan dan beristirahat. Lalu si hamba berkata, áku adalah hamba yang tak berguna, dan hanya melalukan apa yang menjadi tugasku saja.’

Saat saya melihat ulang tugas menjadi gembala, kata-kata di atas sangat bergema untuk saya, ‘saya hamba yang tak berguna.’ kekurangan saya, dosa, dan kesalahan yang banyak bertahun-tahun, dan kadang perasaan kalau saya tak bisa kembali ke masa lalu untuk memperbaikinya.

Ingatan kelam kembali di tahun 1960, saat saya tak bisa berbuat banyak bagi para petani yang menuntut perbaikan upah. Di san Joaquin Valley, saya berusaha menjadi negosiator antara petani dan pemilik lahan, tapi usaha itu tak berhasil.

Saat saya ada di keuskupan Los Angeles, saya menemui 3 kasus imam yang melalukan sexual abuse. Saya terkejut bahwa ada imam yang berkehendak merusak masa depan anak-anak dibawah umur. Baru di tahun 1990, ada aturan bahwa semua imam yang kena kasus sexual abuse akan dicopot dari seluruh tugas Gereja.

Saya kadang berharap kembali ke masa itu dengan membawa pengetahuan yang ada sekarang untuk memperbaiki kesalahan dan kegagalan.

Saya diingatkan bahwa disiplin diri adalah satu cara yang dipakai sang majikan untuk mengajari hamba yang tak berguna. Dengan disiplin kita belajar menjadi rendah hati, sebuah keutamaan yang mengakar kuat bagi mereka yang dipanggill Yesus menjadi sahabat-sahabatnya.

Kita adalah hamba-hamba yang tak berguna. Saya sungguh mengharapkan doa terus-menerus bagi saya dan seluruh orang yang berkumpul di sini. Setiap dari kita berbagi perjalanan iman bersama di ladang Tuhan ini.

Pada akhirnya, saya akan berkata, “kami adalah hamba yang tak berguna.”dan Yesus akan berkata pada para muridnya, “Kamu tak lagi kusebut hamba, tapi sahabat dan rekan seperjalanan.”

Los Angeles, 1 Nov 2015

Comments are closed.
Translate »