Matius: 21:23-27

Matius: 21:23-27

Matius: 21:23-27; Bilangan:24:2-7,15-17

Kadang-kadang ada saja orang yang suka nyentrik bertanya kepada kita, atas otoritas atau izin siapa, kita melakukan suatu hal atau tindakan yang benar. Ada yang betul-betul ingin tahu tetapi ada yang ingin menguji kesabaran kita. Dalam injil hari ini, kita melihat bagaimana respon Yesus terhadap imam-imam dan tua-tua bangsa Israel yang mempertanyakan atas otoritas siapa Yesus melakukan mujikzat dan pewartaan Kerajaan Allah. Mereka tidak melihat hasil positif dari perbuatan Yesus. Sebaliknya, mereka mempertanyakan otoritas. Seakan-akan segala hal yang dilakukan, sebaik apapun hasilnya, perlu mengantongi izin otoritas. Namun, secara sangat bijak, Yesus mempertanyakan ulang sikap serba formal dan resmi dari para pengujinya. Untuk Yesus, hukum yang paling utama adalah mengasihi sesama setotal-totalnya. Yang paling penting adalah bagaimana mempersembahkan komitmen dan dedikasi bagi kebaikan sesama.

Kadang-kadang, kita terperangkap dalam ketakutan. Kita takut kalau bertemu dengan penolakan. Kita tidak tahan kalau orang tidak setuju dengan apa yang kita buat sekalipun kita tahu bahwa hal tersebut pantas dan benar; dan sudah seharusnya kita lakukan. Karena takut ditolak dan dianggap berlawanan, kita menjadi orang yang membeo terhadap hal-hal yang tidak selalu benar. Karena ingin menghindar dari konfrontasi dan kritik, kita menjadi lembek dan tidak berpegang pada prinsip kebenaran.

Yesus mengatakan kepada para murid-Nya bahwa hanya kebenaranlah yang yang dapat membebaskan mereka. Kita perlu memiliki kebebasan untuk berpikir dan bertindak sesuai dengan kebenaran, kejujuran dan kebaikan alih-alih menuruti segala sesuatu yang berlawanan dengan hati nurani, hal-hal yang membawa kita kepada kebohongan, tipu daya dan kejahatan.

Pelajaran berharga dari Injil hari ini adalah: sekalipun jalan menuju kebenaran dan kebaikan kadang-kadang adalah jalan yang sepi dan menantang namun itulah pilihan dan konsekuensi yang harus ditempuh pengikut Yesus. Patuh pada Roh kebenaran kristiani mesti dikedepankan. Yesus dan Yohanes Pembaptis ditolak bukan karena mereka menyesatkan orang banyak tetapi karena kebenaran yang mereka wartakan mengganggu kenyamanan segelintir orang yang merasa kepentingan ego terselubungnya dibahayakan. Mereka mengalami dirinya ditolak dan dimusuhi karena kebenaran yang mereka wartakan sangat terang-benderang.

Saudara/i, selama kita hidup di dunia, kita dihadapkan pada pilihan seperti itu. Kita diberi kesempatan memilih yang benar atau salah. Kita tidak mungkin berada pada wilayah abu-abu melulu. Kita harus menjatuhkan pilihan pada yang benar atau salah. Kalau ya, katakan ya. Kalau tidak katakan tidak. Apa yang berada di luar hal itu, berasal dari si Jahat. Yesus dan Yohanes sudah mengambil risiko untuk mengatakan yang benar apapun risikonya. Kebenaran tidak selalu bersahabat tetapi kita tahu kebenaran pada akhirnya mendapat pahal surgawi. Amin.

Comments are closed.
Translate ยป