Lukas: 7:18-23
Rabu, 16 Desember 2015
Lukas: 7:18-23; Yesaya: 45:6-8, 18, 21-25
Waktu Yohanes menyuruh kedua muridnya untuk bertanya kepada Yesus apakah Yesuslah penyelamat yang dimaksudkan atau mereka mesti menanti orang lain. Yesus menjawab mereka untuk melihat perbuatan-perbuatan nyata yang sudah Dia lakukan. “ Pergi dan katakanlah kepada Yohanes, orang buta melihat, orang lumpuh berjalan kembali, orang kusta ditahirkan, orang tuli mendengar kembali, orang buta melihat kembali.” Yesus menekankan sebuah tindakan nyata bukan kebesaran figur yang kadang-kadang dihasilkan karena pencitraan palsu. Kesaksian kehidupan itu jauh lebih utama daripada beribu-ribu kata-kata saleh. Orang bisa berkotbah secara berapi-api tentang cinta kasih dan belas kasihan tetapi kalau dia sendiri tak pernah melaksanakan perbuatan cinta kasih dan belas kasihan itu dalam kehidupan sehari-hari maka percumalah segala kata-kata saleh itu. Kata-kata itu hanya sekedar lips service, pemanis bibir yang enak diucapkan tetapi nihil dalam realisasi nyata. Yesus menekankan kepada kedua murid Yohanes untuk melihat perbuatan konkret. Pewartaan kabar gembira mestilah berujung pada perbuatan-perbuatan cinta kasih yang nyata yang memampukan orang melihat kasih Allah yang menyentuh kehidupan mereka secara konkret. Pewartaan tidak boleh berhenti pada sekedar janji-janji indah dan ideal, kaat-kata yang kedengaran canggih dan menawan. Pewartaan mesti berbuah dalam tindakan cinta dan belarasa. Itulah bukti bahwa Sabda Tuhan sudah menjadi daging ketika Sabda itu tidak tinggal sebagai sabda tetapi betul-betul menjiwai seluruh aspek kehidupan kita.
Yohanes menyuruh kedua muridnya untuk bertanya pada Yesus perihal Mesias bukan karena Yohanes meragukan misi Kerajaan Allah dan kenabian Yesus. Jauh-jauh hari sebelumnya, Yohanes sudah menyatakan secara terang-terangan di sungai Yordan bahwa Yesuslah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Yohanes mengirimkan murid-muridnya untuk menyaksikan secara langsung apa yang dimaksudkan dengan keutamaan seorang pewarta. Dia ingin mereka melihat dengan mata kepala sendiri tanda dan bukti bahwa Sang Mesias sungguh hadir dalam diri Yesus dari Nazareth sebab antara apa yang dia ajarkan dan apa yang Dia buat, semuanya sinkron dan konsisten, semuanya terarah pada Allah dan kemuliaan-Nya.
Sebagaimana ramalan nabi Yesaya, Yesus adalah penggenapan dari setiap rahamalan para nabi berabad-abad sebelumnya. Dia datang dalam kekuatan Roh Kudus untuk membawa kebebasan dan kehidupan baru untuk semua mereka yang tertindas oleh penderitaan, kesakitan, dosa, perasaan bersalah dan roh-roh jahat. Perbuatan-perbuatan ajaib dan pengusiran setan adalah tanda langsung dari kekuatan dan kehadiran Allah dalam diri Yesus. Ketika orang ingin melihat bahwa kita sungguh orang Katolik yang sejati, kita tidak selalu perlu membuktikan dalam kata-kata bijak dan kalimat-kalimat canggih yang panjang. Tunjukkan kepada mereka kesaksian nyata dari perbuatan cinta kasih kita. Itu sudah cukup sebagai bukti iman, harap dan kasih kita pada Yesus. Amin.