Anda dicintai, dihargai, dan disembuhkan oleh Kasih Tuhan

Anda dicintai, dihargai, dan disembuhkan oleh Kasih Tuhan

Jumat, 8 Januari 2016
1Yoh. 5:5-13; Luk 5:12-16

Pada suatu kali Yesus berada dalam sebuah kota. Di situ ada seorang yang penuh kusta. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon: “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.” Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya. Yesus melarang orang itu memberitahukannya kepada siapapun juga dan berkata: “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan seperti yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka.” Tetapi kabar tentang Yesus makin jauh tersiar dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka. Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa.

Kalawao adalah bagian dari pulau Molokai, dimana pada tahun 1866 dikenal sebagai koloni orang-orang kusta. Semua penderita kusta dibuang ke pulau tersebut tanpa diperhatikan hingga pada tahun 1873, Pater Damien diutus untuk melayani mereka. Penderita kusta tidak hanya menderita secara fisik saja, akan tetapi secara kejiwaan juga karena mereka harus terpisah dari keluarga mereka, mereka disingkirkan dan tidak diterima oleh masyarakat. Kehadiran Pater Damien ditengah mereka sangat membantu mereka terutama mengangkat martabat mereka sebagai manusia yang harus dihargai dan diterima.

Yesus dalam bacaan hari ini menunjukan kepada kita bagaimana sikap kita dalam menerima orang yang nota benenya tidak dihargai dan disingkirkan oleh masyarakat/ kebanyakan orang. Yesus mengulurkan tangan dan menjamah orang kusta menunjukan kepada kita akan sikap peduli dan terbuka terhadap orang kusta. Terlepas dari Iman orang kusta terhadap Yesus, penerimaan dan penghargaan yang dia terima dari Yesus, memberikan dia kesembuhan secara kejiwaan dan pada saat yang sama kesembuhan fisik dan rohani. “Aku mau, jadilah engkau tahir”

Disisi lain kita lihat Yesus dan juga Pater Damien mengambil resiko untuk terjangkit penyakit dan juga penolakan serta cibiran dari masyarakat, akan tetapi Jesus tahu bahwa real kesembuhan berasal dari sikap penerimaan, penghargaan dan mau ambil resiko untuk orang lain. Dan itu dilakukan dengan kasih dan perhatian. Seperti Yesus dan Pater Damien telah lakukan, kitapun diajak untuk melakukan aksi nyata yang mampu menyentuh hati orang lain dan sekaligus membawa kesembuhan dari setiap pribadi yang butuh pertolongan.

Siapakah orang kusta di zaman kita? Keluarga kita? Tetangga kita? Teman kerja kita? Mereka adalah orang-orang yang oleh kebanyakan orang dianggap tidak layak dihargai, diperhatikan dan dicintai. Orang-orang kusta adalah simbol dari mereka yang secara martabat dan respect ditolak atau tidak diterima. Ada banyak contoh dalam kehidupan kita sehari-hari: homeless, pengidap AIDS, pengungsi dls. Mereka tidak hanya memderita secara fisik tetapi juga kejiwaan dan spiritual tidak diterima. Mereka yang sering di-abuse- dan ditolak. Secara moral dan fisik dihakimi sebagai orang yang patut dijauhi. Kita lebih melihat penyakit mereka daripada martabat mereka sebagai manusia seperti kita yang diciptakan setara dengan gambaran Allah.

Hari ini dengan merenungkan siapa orang kusta, kita juga diajak untuk melihat diri kita: penyakit kusta apa yang kita miliki. Kita minta Yesus untuk membersihkan dan menyembuhkan kusta kita. Mari kita rayakan kesembuhan kita sambil juga mewartakan kabar gembira kepada orang yang sungguh membutuhkan kekuatan dan dukungan: kamu dicintai, diterima, dihargai dan juga disembuhkan oleh kasih Tuhan.

Comments are closed.
Translate »