Kebesaran dan Kemahakuasaan Allah baik di surga maupun di bumi
Hari Selasa Minggu Pertama Masa Biasa
12 January, 2016
1 Samuel 1:9-20
Mark 1:21-28
Saudara-saudari terkasih,
Kadang-kadang dan bukan tidak mungkin dalam kehidupan ini kita lupa bahkan bersibuta akan kebesaran dan kekuatan yang ada dalam diri Yesus Kristus. Hari ini kita coba pusatkan perhatian kita kepada kebesaran kasih Yesus dan pengampunan yang tak terbatas dari Allah Bapa kita hingga Mosespun sujud menyembah Dia. Dalam bacaan Injil hari ini, kita melihat satu contoh betapa besar dan kuatnya kuasa Yesus atas setan-setan. Dan bahkan kita merasa terdorong untuk melihat kontradiksi antara cinta kasih Kristus yang begitu mengagumkan ketika Ia membiarkan anak-anak untuk datang kepadaNya disatu pihak dan kekuasaanNya menghalau setan-setan dari orang yang kerasukan pada pihak yang lain. Yesus berseru dengan suara keras dan tegas. Bagaimanapun juga dalam perikope ini kita bisa melihat dengan sangat jelas bahwa kebesaran dan kekuatan kasih Yesus dalam peristiwa itu membuat kita semua sadar bahwa disini kita juga bisa melihat keAllahan dan kemanusiaan Kristus menghadapi kenyataan hidup ini.
Sebagai manusia dalam perspektif ini sangat mungkin sulit bagi kita untuk bisa mendamaikan dua macam sikap yang sangat bertentangan dalam kemanusiaan kita. Karena bagi kita “kekuasaan” sering kali dihubungkan dengan kekejaman; sementara “kasih” boleh dibilang lebih banyak dihubungkan dengan kelemah-lembutan. Sangat jarang kita melihat “kasih” dan “kekuasaan” merupakan dua macam sifat yang harmonis atau yang bisa berjalan bersama-sama. Tetapi sebagai manusia kita perlu mengakui bahwa hal itu sangat mungkin dalam diri Allah…kita perlu mengetahui kebesaran dan kamahakuasaan Allah.
Saudara-saudariku terkasih
Di dalam Allah, kekuasaan itu sangat erat berhubungan dengan kasih. Allah dalam kebesaran, kemahakuasaanNya, telah mengutus PuteraNya sendiri kedalam dunia ini untuk menghapus dosa-dosa kita, dan mematahkan kekuasaan setan dengan mati di salib. Kebesaran kasih Kristus dalam rumah ibadat di Kaparnaum itu dibuktikannya dengan mengusir setan keluar dari orang yang sudah sekian lama kerasukan. Yesus mempergunakan kekuatan dan kekuasaan KeallahanNya untuk menolong mereka yang Ia cintai.
Bagaimana kita bisa mengenal kemahakuasaan dan kekuatan Allah? Kita perlu memohon bantuan dan kekuatan Roh Kudus untuk memiliki sikap “takut” akan Tuhan. Sikap “takut” akan Tuhan bukan berarti bahwa kita akan merasa aman kalau jauh dari Tuhan, tetapi membuat kita menjadi lebih dekat kepadaNya, karena kita segan, hormat, dan bahkan merasa bahagia, aman dan damai kalau kita selalu dengan Tuhan.
Saudara-saudari terkasih, bacaan Injil hari ini membantu kita untuk melihat kebesaran dan kemahakuasaan Allah. Dan sekaligus menjadi suatu tantangan bagi kita untuk senantiasa memupuk dan memelihara kedekatan kita dengan Tuhan dalam keadaan apapun. Dalam kelemahan dan keterbatasan kita sebagai manusia, kita tidak harus lari dari Tuhan, tetapi karena kekuatan dan kasih karuniaNya, kita akan memperoleh dan merasakan kasih setiaNya. Amin.