Bekal

Bekal

Kamis, 4 Pebruari 2016

1 Raja-Raja 2: 1-4.10-12

Markus 6: 7-13

Tuhan tentu saja mengutus kita tidak dengan tangan kosong. Ia membekali kita dengan kuasa untuk memberi penguatan dan penyembuhan. Tuhan tidak ingin hidup kita tidak berguna bagi sesama kita. Rahmat Tuhan yang ada dalam diri kita begitu berlimpah. Tuhan menginginkan agar rahmat yang telah Tuhan berikan itu menjadi bekal bagi kita untuk mewartakan keagungan Tuhan. Meskipun rahmat Tuhan ada dalam diri kita, sekalipun berkat Tuhan menyertai kita, ini bukan jaminan bahwa kita akan diterima. Terkadang kehadiran kita tak bisa diterima oleh sesama kita.

Saat kehadiran kita yang tulus dan iklas tak diterima oleh orang lain, Tuhan menasihati kita agar kita mau menerimanya dengan tulus karena ketulusan yang kita berikan nantinya akan kembali lagi kepada kita. Rahmat Tuhan tak akan pernah hilang selama kita mau menjaganya dengan penuh sikap pasrah dan hormat kepada Tuhan. Sekalipun orang lain tak menerima ketulusan kita, namun Tuhan mau menerima persemahan diri kita yang tulus dan Ia akan mengembalikan apa yang ditolak oleh orang lain itu kepada kita. Maka janganlah takut apabila kita mengalami penolakan sekalipun sebenarnya kita tak pantas untuk mengalami penolakan itu. Amin. Tuhan memberkati.

Doa:

Ya Tuhan, pengalaman ditolak sungguh tidak enak untuk dirasakan dan dipikirkan. Terkadang kami ditolak sekalipun membawa hal baik dan benar. Terkadang kamipun ditolak sekalipun membawa Engkau yang hendak kami wartakan. Kami sadar ya Tuhan bukan kami yang ditolak, namun Engkaulah yang ditolak. Maka ya Tuhan bantulah kami selalu untuk memiliki hati dan jiwa yang luas untuk menampung segala rahmatMu. Hati dan jiwa yang luas untuk selalu mau mengerti dan memafkan sekalipun kami mengalami penolakan. Kuatkanlah kami selalu ya Tuhan. Amin.

Comments are closed.
Translate ยป