Peringatan St. Paulus Miki, dkk
Sabtu, 6 Pebruari 2016
1 Raja-Raja 3: 4-13
Markus 6: 30-34
Ketika Yesus melihat banyak orang yang mengikuti Dia, Ia begitu merasa iba. Rasa belas kasihNya yang mendalam tergerak oleh iman dan kehausan mereka akan ajaran yang benar. Apa yang benar dan tulus selalu membuahkan sukacita dan harapan. Demikian pula dengan apa yang dialami oleh orang-orang yang mengikuti Yesus. Mereka menemukan sukacita dan harapan dalam hidup Yesus dan ajaranNya. Hidupnya yang tulus dan otentik menimbulkan rasa ingin tahu dan juga harapan yang mendalam bagi bagi banyak orang.
Situasi ini pula yang dihadapi oleh Santo Paulus Miki dan kawan-kawan, Para Martir di Nagasaki, Jepang. Mereka melihat bahwa banyak orang Jepang begitu merindukan ajaran Kristus. Mereka menemukan bahwa ajaran Kristus membuahkan harapan akan kehidupan kekal. Namun sayang bahwa usaha mereka untuk membawa banyak orang kepada Yesus harus terhenti karena ketakutan dan kebencian para penguasa di Jepang yang takut bahwa mereka akan menjadi pengkhianat negara. Namun dalam fakta kita tahu, bahwa semakin seorang Kristiani mendalami ajaran Yesus maka orang itu akan semakin dipenuhi dengan cinta, termasuk kepada sesama dan bangsa serta negaranya. Hal inilah yang telah ditunjukkan oleh Paulus Miki dan kawan-kawannya. Semoga kitapun juga bisa menjadi semakin penuh rasa cinta terhadap bangsa dan negara kita karena ajaran kristus yang penuh dengan kasih. Amin. Tuhan memberkati.
Doa:
Ya Yesus Tuhan kami, kami mengenal Engkau sebagai pribadi yang penuh dengan cinta, bahkan kepada bangsaMu sendiri. Engkau tak pernah meninggalkan mereka, sebaliknya Engkau memberikan hidupMu bagi keselamatan bangsaMu. Berilah kami ya Tuhan, kekuatan dan kasih yang sama untuk mau mencintai bangsa kami. Bantulah pula bangsa kami untuk menjadi bangsa yang besar dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran dalam praktek hidup sehari-hari. Ini semua kami mohon dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. Amin.