Refleksi Pra Paskah
PRAPASKAH- WAKTU BELAS KASIH KERAHIMAN ALLAH
Saya ingin memulai refleksi ini dengan mengutip tema dari sebuah renungan yang dibawakan oleh Romo Antonius Galih di lubuk hati tanggal January 26 yang lalu. Saya sangat terkesan dengan inti yang sangat menarik mengutip wawancara dengan Paus Fransiskus sempena year of Mercy. ( silakan baca bagi yang belum baca)
Temanya berbunyi “Dosaku kok sama terus??!!” Sebuah keluhan yang sangat biasa dan sering kita dengar dari banyak orang atau mungkin kita juga mengeluh hal yang sama terutama pada saat mau maju ke kamar pengakuan dosa. Sehingga waktu berahmat dan waktu belas kasih Allah tersia-siakan oleh keluhan-keluhan kita.
Setiap hari, tetapi secara khusus dalam masa Prapaskah, orang Kristen harus berjuang dalam peperangan rohani melawan dosa dan diajak untuk lebih banyak melakukan pemeriksaan batin memperbaiki diri dan bertobat. Dan untuk melakukan pemeriksaan batin kita memerlukan kebijaksanaan Ilahi iaitu penerangan Roh Kudus dengan berdoa memohon rahmatNya untuk menerangi pikiran dan seluruh tindakan kita. Bukan mengandalkan kekuatan kita. Apakah kita menyadari bahwa kesedihan yang paling besar dialami oleh banyak orang di abad ini adalah ketidaktahuan akan kebijaksanaan Ilahi ini? Padahal kita hidup dalam zaman yang serba canggih, bisa dikatakan bahwa manusia berada dipuncak jaya dengan segala kecanggihan yang diciptakannya dengan tanda kutip diterimanya dari Atas. Dan yang paling menyedihkan banyak anak-anak muda bahkan orang tua tidak tahu dari mana dan apa makna dari kehidupannya. Sehingga banyak yang jatuh dalam keputusasaan dan kehilangan semangat dan terpuruk dalam kelemahan dan kesedihan yang berlebihan. Sehingga kerahiman yang ditawarkan setiap hari oleh Tuhan tidak disadari. Nah di tahun kerahiman ini dan secara khusus di masa prapaskah ini kita di panggil untuk memberi motivasi dan semangat kepada orang-orang seperti ini.
Kita memang lemah tetapi janganlah berhenti dalam kelemahan kita. Lihat contoh dari Injil Lukas 15 mengenai anak yang hilang… dia berkata [] aku akan akan bangkit!!! Dan pergi kepada bapaku dan apa yang terjadi adalah sebuah surprise yang tidak diduganya, Sang Bapa sudah lama menunggu dan BERLARI MENDAPATKAN dia dan mengembalikan martabatnya sebagai anak yang dikasihi. Inilah misteri pandangan kasih Bapa!
Dalam bulla Tahun Yubileum Kerahiman ( Misericordiae vultus ) Paus Fransiskus menulis “ Kita perlu terus-menerus merenungkan misteri kerahiman. Ia adalah sebuah sumber sukacita, ketenangan, dan kedamaian.Keselamatan kita tergantung padanya. Kerahiman : kata tersebut mengungkapkan sungguh-sungguh misteri Tritunggal Mahakudus. Kerahiman : tindakan utama dan tertinggi yang olehnya Allah datang untuk menemui kita..”
Bukankah ini suatu kebahagiaan bagi kita bahwa Allah sendirilah yang datang menemui kita!
Allah sendirilah yang datang menemui kita dalam diri Yesus PuteraNya yang memanggul salib untuk kita karena kasih. Marilah kita sungguh-sungguh menyadari bahwa di setiap waktu dan terlebih di masa prapaskah inilah merupakan waktu belas kasih kerahiman Allah.