Iman yang suam-suam kuku

Iman yang suam-suam kuku

Yoh 7:40-53

Bacaan injil minggu ini mengajak kita untuk merenungkan pribadi Yesus yang menghadirkan Pribadi Allah. Yesus melakukan misi Allah yang menghendaki semua orang diselamatkan, “…Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia, namun Aku mengatakan hal ini, supaya kamu diselamatkan.” (Yoh5:34). Hal itu sejalan dengan tujuan penulisan injil Yohanes yaitu, supaya orang yang belum percaya kepada Kristus menjadi percaya dan supaya orang yang sudah percaya kepada Kristus, memperoleh hidup kekal (Yoh 20:30-31). Allah menyerahkan PuteraNya untuk membebaskan manusia dari tawanan dosa dan memperoleh hidup kekal. Allah menghendaki kita untuk mengambil suatu sikap, yaitu sikap percaya kepadaNya dan melakukan apa yang dikehendakiNya. Kehadiran Yesus ditanggapi oleh dua kelompok yang berbeda, sekelompok orang mengenal Yesus sebagai nabi yang diwartakan oleh Musa, sebagai Kristus (yang diurapi) sebagai Raja seperti Daud. Di lain pihak ada sekelompok yang mengenal Yesus dari daerah Galilea, kota Nasaret dan Yesus sebagai anak Yusuf. Mesias datang dari keturunan Daud (2 Sam 7:12-14) dan lahir di Betlehem (Mikha 5:1). Bagaimana dengan diri kita, sudahkah kita mengenal Yesus Kristus sungguh sebagai Pribadi Allah yang mencintai kita dan menuntun hidup kita? Apakah iman kita bersikap suam-suam kuku yang kadang ragu dan menyerah ketika menghadapi kesulitan dan penderitaan? Marilah mohon rahmat kesetiaan dalam mengikuti Yesus dalam jalan salibNya. Amin.

Comments are closed.
Translate »