Menjadi tanda dan sarana keselamatan

Menjadi tanda dan sarana keselamatan

John 8:51-59
Dalam agama Yahudi menghujat Allah hukumannya lempar dengan batu sampai mati.
Yesus memberi dua bukti kenapa Ia adalah Putra Allah.
Pertama, Yesus merujuk Mazmur 82:6 tentang para hakim yang digelari “allah” karena mereka dipilih dan diutus oleh Allah untuk bertindak atas nama Allah. Yesus mengklaim bahwa Ia adalah Putra, diurapi dan diutus oleh Bapa.
Kedua, mukjizat-mukjizat yang dikerjakan Yesus adalah bukti bahwa Allah hadir dalam diri Putra-Nya. Karena alasan ini sekurang -kurangnya mereka percaya akan apa yang dikerjakan-Nya.
Kita mengenal Allah dan dipanggil masuk ke dalam misteri hidup Ilahi karena sakramen pembaptisan sebagai pintu masuk dalam persekutuan Ilahi. Hal ini ditandai dengan formula permandian itu sendiri: “(N)…. Aku membaptis engkau dalam Nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.” Air dan minyak pembaptisan adalah simbol dan tanda penyucian oleh Allah sendiri yang bekerja melalui Roh Kudus dalam diri utusan-Nya.
Semua sakramen yang diterimakan kepada kita adalah sarana dan tanda-tanda Ilahi bagi pengudusan dunia.
Semoga kita menjadi tanda dan sarana yang berkenan bagi kemuliaan Allah dan kebahagiaan sesama. Menjadi tanda dan sarana keselamatan, bukan untuk menghakimi dan menghujat. Amen.
Comments are closed.
Translate ยป