Ketaatan Santu Yosef
Mat 1:1-16, 18-21, 24aMatius dan Lukas adalah dua Injil berbeda yang secara khusus berbicara tentang Santu Yosef, meskipun tidak lebih banyak diceritakan tentangnya seperti Maria, Ibunda Yesus.
Injil Matius pertama sekali menyebut Yosef dalam hubungan dengan silsilah keluarganya dari Abraham hingga Daud, dan Yosef sendiri dari Yakub. Kemudian disebutkan bahwa Yosef adalah suami Maria.
Sedangkan dalam Injil Lukas, Yosef pertama kali diperkenalkan dalam kisah tentang anunsiasi, yakni pemberian kabar gembira oleh malaikat kepada Maria tentang kelahiran Yesus. Di sana Yosef diperkenalkan bukan sebagai suami tetapi baru sebagai tunangan Maria.
Dalam Mat 1:19 disebut bahwa Yosef adalah orang benar dan taat dalam menjalankan hukum Allah. Ia taat dengan memberi nama Yesus sesuai yang dikatakan oleh Allah. Ia juga taat dengan membawa anaknya untuk disunat pada hari kedelapan setelah kelahiran. Selain itu ia juga mempersembahkan Yesus ke Bait Allah untuk purifikasi atau penyucian.
Kemudian saat Yesus berumur dua belas tahun, ia membawa-Nya ke Jerusalem untuk merayakan Paskah. Ketika itu Yesus hilang dan Yosef mencari-Nya bersama ibu-Nya sampai dapat. Ketika Yesus katakan kenapa mereka mencari Dia, meski sebagai seorang ayah, Yosef tetap menghargai pendapat Yesus (Luk 2:49).
Tapi Yosef bukan hanya taat pada hukum Allah melainkan juga hukum penguasa dunia dengan berpartisipasi dalam sensus penduduk meskipun saat itu Maria sedang hamil tua. Ketaatan dan kesetiaan Yosef sudah diuji saat ia curiga dengan kandungan misterius Maria dan berniat untuk bercerai. Akan tetapi Allah tidak membiarkan dia mengikuti niatnya itu. Ia tetap menerima Maria sebagai isterinya (Mat 1:20). Ia juga taat pada Allah dengan berani tinggalkan tanah airnya dan lari ke Mesir karena Yesus mau dibunuh Herodes (Mat 2:13). Yosef terus menunjukkan ketaatannya pada Allah dengan menunggu sampai waktu yang ditentukan untuk kembali lagi ke Israel dan menetap di Nazaret (Mat 5:20).
Pertanyaan manusiawi: Bagaimana ia bisa bergumul dengan semua kenyataan ini?
Ditemukan bahwa dalam Injil Yosef tidak pernah katakan sepatah kata pun.
Santu Yosef hanya taat dan setia pada rencana Allah, mencintai keluarganya dan pekerjaannya. Dalam kesenian ia sering diukir sebagai ayah yang melindungi keluarga kudus. Ia juga dilukiskan sebagai seorang pekerja karena keahliannya dalam pertukangan. Tapi selain itu juga Santu Yosef diukir sedang tidur dan diilhami oleh Allah lewat mimpi.
Santo Yosef berkatilah kami untuk tetap setia dan taat dengan setiap pekerjaan yang dipercayakan, sekecil apapun, demi kemuliaan Tuhan dan kebaikan sesama. Amen!