The Seven Last Words of Christ. Sabda Keempat

The Seven Last Words of Christ. Sabda Keempat

Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku ? (Mark  15:34, Mat 27:46, cf Mazmur 22:1)

Allah adalah Yang Dipertuan Kehidupan,
Maha Baik dan Benar,
Sang Penjamin Kebahagiaan dan Kedamaian.

Dimanakah Dia manakala dihadapan kita dihamparkan
kehancuran hati, penderitaan, dan kematian?

Bagaimana mencerna
penganiayaan,
pengkhianatan,
kesemena-menaan,
nasib malang,
sakit derita,
kesayangan hati yang tiba-tiba direnggut pergi tak kembali…
yang membawa Si Jahat begitu dekat,
yang meredupkan sinar harapan dan terang…?

Derita Sang Anak Manusia adalah pemenuhan nubuat para Nabi
(Markus 14:21,49; Matius 26:54; 1 Korintus 15:3; Kebijaksanaan 2:12-18; Yesaya 52:13-53:12).
Dia membenamkan diri dalam kemanusiaan sedalam-dalamnya hingga merasuki pula pengalaman gelap kita.

Sang Jalan, Kebenaran dan Hidup menunjukkan,
Dia menyatu dalam jeritan kita, “Ambillah cawan (penderitaan) ini dari padaKu”,
untuk mengundang kita berteguh bersamaNya,
“Namun janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki” (Markus 14:35-36; Matius 26:39).
Dalam segala, suka dan duka,
ini bukan (melulu) tentang aku,
melainkan tentang kehendakNya,

Guru,
Engkau tidak membebaskan kami dari segala kesulitan dan penderitaan hidup,
Engkau berjalan bersama kami dalam mengarunginya.
Bukan kemudahan yang Kau janjikan (Maz 66:10, 2 Kor 12:7-10, Yak 1:12),
Namun penyertaan (Yes 43:2, Mat 28:20, Yoh 14:16), kekuatan (2 Tim 1:7), dan pengajaran rohani (Yoh 14:26, 16:13).

Comments are closed.
Translate »