Percaya! tanpa bimbang dan ragu MEWARTAKAN YESUS yang bangkit dan hidup
HARI SABTU DALAM OKTAF PASKAH
2 April, 2016
Kisah Para Rasul 4:13-21
Markus 16:9-15
Saudara-saudariku terkasih,
Sebagaimana telah kita ketahui bahwa bagian dari Injil Markus ini adalah ringkasan tentang penampakan Yesus kepada para muridNya setelah kebangkitan. Para bapak Gereja menerima ini sebagai bagian yang agak panjang dari injil Markus, tetapi sangat mungkin bagian ini tidak ditulis oleh Markus sendiri. Karena beberapa bagian terakhir dari injil Markus ini kita jumpai juga dalam injil Lukas 24 dan Yohanes 20.
Pertama kali Yesus menampakan diri kepada Maria Magdalena, dan penampakanNya itu begitu real sampai ia sendiri tidak bisa menyimpan untuk dirinya sendiri, tetapi ia harus menyampaikan peristiwa itu kepada para murid yang sedang berkabung atas kematian Yesus. Sebelumnya para murid itu belum mau percaya akan berita bahwa Yesus telah bangkit. Kedua murid yang lain yang sedang dalam perjalanan ke Emauspun telah melihat dan mengalami kehadiran Yesus sendiri. Ketika mereka kembali ke Yerusalem dan menyampaikan kepada para murid yang lain tentang peristiwa itu, bahwa mereka telah melihat Yesus, mereka tetap tidak percaya.
Akhirnya ketika kesebelas murid sedang duduk di suatu ruangan, Yesus menampakan diriNya kepada mereka. Ketika Yesus hadir di tengah-tengah mereka, Yesus tidak menyapa mereka seperti yang biasa Ia lakukan dengan mengatakan Peace be with you, tetapi Yesus malahan mencela mereka dengan mengatakan: “… dan I mencela ketidak percayaan dan kedegilan hati mereka oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitanNya.”
Sangat mungkin andapun akan bertanya, mengapa para murid tidak serta merta percaya akan apa yang diberitakan oleh Maria Magdalena dan kedua murid yang lagi berjalan ke Emaus? Jawabannya bisa saja sangat sederhana dan logis, bahwa sangat tidak mungkin seseorang yang sudah mati, dikuburkan dan dibilang bangkit lagi.
Saudara-saudariku terkasih,
Lalu apa aplikasinya peristiwa itu untuk kita dewasa ini? “Apakah anda benar-benar percaya bahwa Yesus hadir dalam perayaan Ekaristi yang yang setiap kali kita rayakan?” Dan kalau kita tidak percaya, berarti kita masih perlu untuk membaca dan merenungkan Sabda Tuhan dalam Kitab SuciNya. Dengan cara ini kita akan dapat lebih mengetahui, mengerti, merasakan dan mengalami bahwa Yesus yang telah bangkit dari antara orang mati, benar-benar hadir dan selalu berjalan, bekerja bersama kita dalam kehidupan kita setiap hari. Hal ini berarti bahwa inilah tantangan yang kita hadapi untuk bekerjasama dengan Yesus, sembari membiarkan rahmat dan karya Roh Kudus dalam diri kita masing-masing, agar kitapun sanggup menjamah dan menyentuh hati banyak orang. Ketika saya membuat renungan ini saya mendengar wawancara dan melihat tayangan EWTN mengenang Mother Mary Angelica of the Anunciation tentang “The Best of the journey home”. Dalam wawancara itu Mother Mary Angelica menegaskan betapa pentingnya kita dalam kehidupan kita setiap hari yang mau menjawab panggilan Tuhan dalam karya penyelamatanNya: “I have to know the word of God, and I have to know what I preach!” Oleh karena itu sejauh kita bisa merasakan kehadiran Yesus dalam kehidupan kita setiap hari, maka kitapun akan lebih bisa merasakan kepenuhan hidup baru dalam Yesus. Dengan demikian kita bisa membawa dan membagi berkat, damai, kegembiraan dan rahmat yang berlimpah kepada orang lain seperti yang sudah dilakukan oleh Maria Magalena dan kedua murid yang sedang berjalan ke Emaus. Amin.
Selamat merayakan Minggu Kerahiman…Divine Mercy Sunday