Roti Hidup

Roti Hidup

 

sakramen-ekaristiYohanes 6: 50-51

I am the living bread that came down from heaven; whoever eats this bread will live forever; and the bread that I will give
is my Flesh for the life of the world.”

Tiga minggu lalu, sebuah restoran Ramen (mie) dari Jepang  memilih San Fransisco sebagai tempat pembukaan  cabang di luar Jepang untuk  pertama kalinya. Meski hujan deras mengguyur, antrian sekitar 100 orang memadati Mensho Ramen. Orang penasaran ingin mencicipi betapa dasyatnya rasa Ramen Jepang yang sudah tersohor itu. Mereka merogoh kantong untuk membayar 1 mangkok mie seharga $14. Seorang teman berkata, “jangan datang ke sini di hari Sabtu atau Minggu. KIta butuh sekitar 1,5 jam untuk antri!”

Spontan saya bereaksi. Orang mau menunggu 1 sampai 2 jam hanya untuk mencicipi semangkuk mie dan masih membayar pula! Namun saat kita mengikuti Ekaristi lebih lama sedikit dari 1 jam, orang sudah mengeluh dan bersungut-sungut. Apalagi ketika mendenger kotbah imam yang lama, orang ingin segera pergi dari tempat duduknya di Gereja.

Bacaan hari ini menegaskan kalau Yesus adalah Roti Hidup, sang Ekaristi suci yang diberikan pada orang yang datang kepadaNya. Ekaristi adalah roti bekal perjalanan setiap hari agar orang berani terus berjalan sebagai murid Yesus.

Ibu Teresa dari Calcuta mengatakan hal indah tentang Roti Hidup itu, “Ekaristi terhubungkan dengan Sengsara. Jika Yesus tidak memberikan Ekaristi, kita akan lupa penyaliban Kristus. Itu akan memudar ke masa lalu dan kita akan lupa bahwa Yesus mengasihi kita. Untuk memastikan bahwa kita tidak lupa, Yesus memberikan Ekaristi sebagai peringatan dari kasih-Nya. . . Ketika Anda melihat Salib, Anda mengerti betapa Yesus mencintai Anda, ketika Anda melihat Hosti Kudus Anda memahami betapa Yesus mengasihi Anda sekarang. “

2 thoughts on “Roti Hidup

  1. Last Sunday, I asked one of the sunday school kids to share what he felt when he received the body of Christ. He said “I feel Jesus in my heart.”

  2. That’s a great way to express how deep the meaning of “The Bread of Life” is. Thanks Liony!

Comments are closed.

Comments are closed.
Translate »