Senin 18 April 2016

Senin 18 April 2016

 

Bacaan I               : Kis. 11: 19-26

Injil                         : Yoh. 10: 22-30

 

 

Keselamatan adalah hak semua orang. Tidak satupun bangsa bisa mengklaim bahwa keselamatan hanyalah milik mereka. Tidak satupun bangsa bisa mengatakan bahwa bangsa lain adalah kafir hanya karena tidak mengikuti ajaran agama dan peraturan yang mereka lakukan. Sunguh naif bila suatu bangsa atau sekelompok orang memiliki pola pikir demikian. Pemikiran seperti ini hanalah milik orang yang tidak mengimani Tuhan sebagai maha welas asih. Tuhan tidak pernah mengkafirkan ciptaanNya. Ia selalu mencintai apapun yag Ia ciptakan. Berdasarkan pada pemikiran inilah maka Allah meminta meminta Petrus untuk mengubah pemikirannya bahwa segala sesuatu yang Allah ciptakan adalah baik adanya. Tak satupun yang najis. Jika Allah menciptakan sesuatu sebagai najis, lantas apakah faedahnya bagi ciptaan itu? Sungguh tidak masuk akal. Buat apa Tuhan menciptakan sesuatu jika pada akhirnya ciptaan itu ditolak karena najis. Sungguh tidak masuk akal. Demikian pula Petrus juga diminta oleh Tuhan untuk mau menerima semua orang dari berbagai macam bangsa dan golongan sebagai sesama manusia yang pantas untuk diterima dan diselamatakan. Semua bangsa berhak untuk mendapatkan penyelamatan.

Yesus sebagai Sang Juru Selamat juga megatakan bahwa semua orang yang masuk melalui Dia, artinya percaya kepadaNya sebagai Penyelamat, akan memperoleh keselamatan. Yesus tidak lagi melihat latar belakang kebangsaan mereka. Semua orang berhak untuk mendapatkan keselamatan. Jika Tuhan kita memiliki pandangan demikian, maka kitapun sebagai pengikutNya wajib untuk memiliki pemikiran yang sama. Kita dipanggil untuk mampu memncintai semua orang dari berbagai latar belakang sebagai sesama saudara yang ajib untuk dihargai dan dicintai. Semoga rahmat Tuhan selalu menyertai kita. Amin.

 

 

 

Comments are closed.
Translate »