Rabu, 20 April, 2016
Bacaan I : Kis. 12: 24-13:5a
Injil : Yoh. 12: 44-50
Banyak orang begitu sangsi dengan hidup kekal. Mereka mengatakan bahwa hidup hanya berhenti saat ini. setelah kematian urusan lain lagi. Di lain pihak ada begitu banyak orang yang percaya bahwa hidup umat manusia telah digariskan. Jika seseorang menjadi miskin itu adalah takdir. Bila seseorang mengalami kecelakaan atau bahkan bunuh diri itu adalah nasib. Dalam hal inilah kita sekalian sebenarnya menghujat Tuhan. Ia tdak menggariskan kita menjadi miskin, celaka ataupun bunuh diri. Tuhan memberi kita kebebasan. Tuhan tidak pernah menghalang-halangi kita dengan segala nasib ataupun takdir. Satu-satunya yang Tuhan gariskan bagi kita adalah bahwa kita ditentukan untuk tinggal bersama Tuhan dalam hidup kekal. Ia mencipakan kita ke dunia ini karena Ia ingin supaya kita bisa mengalami indahnya hidup yang penuh cinta. Hidup yang penuh dengan perhatian dan sukacita. Namun sayang sekali bahwa tak banyak dari kita yang menyadari hal ini. bagi sebagian dari kita hidup hanyalah kebetulan dan hidup hanya akan berakhir di dunia ini. tidak ada apa-apa setelah kematian. Orang lupa bahwa setelah kematian masih ada kehidupan lain yang menanti kita yaitu hidup yang kekal. Hal ini sungguh tampak dalam sabda tuhan hari ini , “Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal”.
Tuhan tidak pernah menginginkan kita celaka, miskin, cacat ataupu bunuh diri. Segala hal yang bruk yang terjadi pada kita bukanlah berarti bahwa Tuhan tidak mencintai kita. tuhan sungguh ada dalam segala peristiwa baik yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan. Entah hidup kita selalu bahagia ataupun susah ujung-unjungnya kita akan dibawa oleh Tuhan untuk masuk dalam hidup yang kekal. Semoga kita selalu mampu mempersiapkan diri untuk mencapai hidup yang kekal itu. Amin. Tuhan memberkati.