Bebaskan Tuhan

Bebaskan Tuhan

Rabu, 4 Mei 2016

Kisah Para Rasul 17:15,22 – 18:1
Mazmur 148
Yohanes 16:12-15

Atena adalah pusat kebudayaan Yunani saat itu. Kepercayaan bangsa Yunani adalah menyembah sejumlah dewa. Anda mungking sering mendengarnya dari buku atau film. Mulai dari pemimpin mereka Zeus, dewi cinta Aphrodite, dewa perang Apollo, dan sebagainya. Setiap dewa mempunyai kuil sendiri, di mana orang bisa datang membawa persembahan untuk dewa atau dewi itu.

Ketika Paulus berkotbah di Atena, ia pun menyinggung kuil-kuil semacam itu. Ia tidak menyerang agama mereka atau dewa-dewi mereka, tapi dia bersaksi bahwa Allah sungguh lebih besar. Allah tidak tinggal di dalam kuil atau memerlukan sembahan kurban dari tangan manusia. Sebaliknya, kitalah yang bergantung padanya, di dalam Dia kita hidup, bergerak, dan eksis di dunia ini.

Kita beruntung bahwa umat Katolik mempunyai gereja-gereja yang begitu megah dan mempesona di berbagai belahan dunia. Banyak dari kita merasa doa dan ibadah kita terbantu dengan suasana gereja tertentu. Tapi kita tidak bisa hanya berhenti di situ. Tuhan tidak hanya terbatas dalam gedung gereja. Kita perlu membebaskan Tuhan dari batas-batas yang kita buat sendiri dalam pikiran kita.

Salah satu pesan yang selalu diulang oleh Paus Fransiskus adalah tentang perjumpaan. Ia mengajak kita berjumpa dengan Tuhan melalui orang miskin, melalui karya ciptaanNya, melalui orang-orang yang disingkirkan dan dilupakan oleh masyarakat. Sebaliknya, mereka yang belum mengenal Tuhan, seperti orang-orang Atena pada zaman Paulus, juga bisa menjumpai Tuhan melalui kita.

Comments are closed.
Translate ยป