Rahmatku cukup bagimu

Rahmatku cukup bagimu

Bacaan : 2 Corinthians 12:7-10

Paulus berkata, “Aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri. Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat”

Tiga kali Paulus meminta pada Allah untuk membuang kelemahan yang muncul seperti duri dalam daging. Kelemahan fisik, mental, atau spiritual yang menghalangi hidup untuk berkembang baik. Dia terus meminta lagi dan lagi, sampai Tuhan sendiri meyakinkan Paulus kalau “RahmatKu cukup bagimu!” untuk terus bertahan hidup walau ada dalam kelemahan. Biarlah kekurangan ada, agar terlihat kuasa Allah yang bekerja dalam hidup manusia yang rentan dan lemah.

Tiga kali pula Yesus meminta keyakinan Petrus, “Simon anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Meski Simon tak bisa mengasihi Yesus dengan tulus, Tuhan tetap meminta dia menjadi gembala bagi Gereja. Petrus juga perlu belajar bahwa rahmat Allah itu cukup bagi Petrus dalam menjalankan tugasnya menjadi penjaga pengikut Yesus. Keyakinan itu makin ditegaskan kalau, “Meski kita tidak setia, Allah akan tetap setia karena Allah tak dapat menyangkal diriNya sendiri” (2 Tim 2;13).

Kita bisa memandang diri sendiri kalau sering jatuh dalam dosa dan kelemahan yang sama. Apa yang bisa kita harapkan dari diri kita sendiri yang penuh kekurangan dan kelemahan? Satu hal saja yang perlu, yakin akan rahmat Allah yang mengatasi kelemahan dan kerapuhan. Sayangnya, kita sering tidak yakin akan hal itu. Kita terlalu takut untuk membuka hati dan membiarkan rahmat Tuhan bekerja, karena kita lebih percaya pada diri sendiri, pada kekuatan dan perhitungan diri, sampai kita merasa terlalu percaya diri.

Kita letakkan harapan pada Allah dan membuarkan rahmat Roh Kudus bekerja karena “Cukuplah rahmatKu bagimu!”

Comments are closed.
Translate ยป