abang-abang lambe

abang-abang lambe

HARI SELASA DALAM MINGGU BIASA KE SEBELAS
 
14 Juni, 2016
 
1 Raja-Raja 21:17-29
Matius 5:43-48
Saudara-saudari terkasih,
 
    Kiasan ataupun ungkapan diatas mengingatkan saya akan pengalaman pastoral selama lebih dari duapuluhan tahun lalu ketika saya bertugas di Surabaya. Lucu juga sebagai wong Flores berani-beraninya pakai ungkapan itu untuk menyampaikan pesan kitab suci hari ini di Lubuk Hati yang sudah tersebar kemana-mana. Apalagi tidak semua orang pernah mendengarnya…sementara orang, apalagi orang Flores yang membaca renungan ini akan bilang…”eee pater, kau jangan gara-gara ka”.
    Yang jelas, bahwa hari ini kita sebagai orang Kristen, dihimbau dan bahkan ditegaskan oleh Yesus sendiri: “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.”(Matius 5:44) Yesus sendiri menegaskan hal ini agar statement itu tidak hanya kata-kata belaka, tetapi harus dapat kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Tentu saja yang perlu kita terapkan itu tidak hanya berdoa bagi mereka yang membuat anda kesal, sebel, marah dan lain sebagainya, tetapi harus benar-benar dilakukan dengan penuh belaskasihan (mercy), penghargaan (respectful) dan kasih (love). Terhadap sanak keluarga, kakak dan adik serta teman dekat sangat mungkin tidak akan terlalu sulit untuk mempraktekan forgiveness, mercy, respect and love, karena secara alami hal itu sudah bisa dilaksanakan. Namun bagaimana sikap kita kepada orang yang tidak kita kenal, tidak terlalu dekat, apakah kita masih akan bisa mengetrapkan semangat kekristenan itu?
Saudara-saudariku terkasih,
    Sudah sangat pasti reaksi setiap orang yang membaca perikope ini berbeda-beda komentarnya. Yesus mengatakan: “Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.”
    Kalau demikian yang Yesus kehendaki, dan bahkan menjadi suatu himbauan agar sikap ini menjadi semangat kekristenan kita, maka akan sangat lebih jelas untuk kita renungkan dengan berpusat pada pertanyaan ini, “siapakah musuh kita itu?” Sangat mungkin “musuh” itu adalah orang yang suka memasang jerat dalam kehidupan kita, dan yang sering menciptakan persoalan dan atau mempersulit jalan kehidupan kita. Di Indonesia sering saya dengar orang mengatakan: “kalau bisa membuat hidup ini sulit dalam segala urusan apapun, kenapa tidak?”…terutama kalau sudah mulai berhadapan dengan orang-orang yang punya wewenang, kuasa/otoritas. Mungkin juga “musuh” itu adalah rekan kerja yang sering usil, dan yang menghalangi lancarnya pekerjaan dan tanggungjawab anda. Atau juga “musuh” adalah tetangga yang selalu membuka musik keras-keras sampai larut malam. “Musuh” juga sangat mungkin mereka yang pernah menyakiti hati anda, teman dekat yang pernah mengkianati anda. “Musuh” sangat mungkin juga sahabat atau kenalan yang datang ke rumah, dan yang selalu mengusik kepercayaan anda…. pokoknya “reseh deh.”
Saudara-saudari terkasih
    Sekarang, setelah kita mengetahui siapa “musuh” kita itu, timbul pertanyaannya: “Apakah artinya bahwa kita harus mengasihi mereka?” Mencintai musuh kita seperti yang telah ditegaskan itu, tidak berarti bahwa kita harus menyukai mereka. “Mencintai musuh kita” berarti bahwa kita memberi sikap yang baik dan respect sebagaimana kita juga mau kalau kita diperlakukan dengan baik dan respectfull. Disini sungguh suatu tantangan untuk kita…karena kita tahu bahwa untuk bisa memiliki sikap kristiani seperti yang dihimbau Yesus itu, sungguh sangat tidak gampang. Hal ini sungguh suatu tantangan bagi kita.
    Sudah sangat pasti, bahwa untuk dapat melaksanakan apa yang Yesus kehendaki hari ini, kalau kita selalu memohon bantuan “rahmat Tuhan” dalam dan melalui doa-doa kita setiap hari, agar kita diberi kekuatan, kesabaran, ketabahan menghadapi tantangan-tantangan itu…setelah kita selalu mendoakan mereka. Semoga anda akan dapat memperoleh berkat yang berlimpah seperti kedamaian batin, kegembiraan dan kebahagiaan sejati. Amin.
Comments are closed.
Translate »