Rabu, 22 Juni 2016

Rabu, 22 Juni 2016

Rabu, 22 Juni 2016

Bacaan I              : 2 Raja-Raja 2: 8-13; 23: 1-3

Injil                        : Matius 7: 15-20

 

 

 

Dalam Kotbah di Bukit, Tuhan mengajari kita bahwa saat sekarang ini ada sekian banyak nabi palsu. Mereka mewartakan Tuhan, namun sungguh sayang Tuhan yang mereka wartakan adalah tuhan menurut versi mereka. Bukan Tuhan yang menjadi pusat pewartaan namun justru mereka yang menjadi pusat pewartaan. Akibatnya, banyak orang menjadi korban dari para nabi palsu ini. Kehadiran para nabi palsu ini sungguh mencengangkan, pembawaan maupun tutur katanya sungguh memikat hati, jika tidak maka tak akan mungkin banyak orang menjadi pengikutnya. Tuhan berpesan kepada kita sekalian bahwa kita dapat mengenali mereka dari buah-buah yang ditimbulkannya. Apabila yang ditimbulkan adalah perpecahan, pengkultusan diri, dan juga kebencian maka mereka bukanlah nabi yang sesungguhnya.

Saat sekarang ini ada sekian banyak aliran keagamaan yang mengatasnamakan kebenaran ataupun keaslian sebuah ajaran agama. Namun sungguh sayang bahwa di balik maraknya kemunculan aliran agama ini terdapat sekian banyak agenda pribadi maupun kelompok yang membawa kebencian. Alangkah sayangnya bahwa agama dan ajaran Tuhan dipelintir sedemikian rupa untuk membenarkan tindakan mereka yang keliru. Mereka membungkus kebencian dengan dalil-dalil agama seakan-akan tindakan mereka benar. Sikap-sikap mereka inilah yang memunculkan teror dan juga keresahan serta kegaduhan. Dari akibat-akibat buruk yang timbul dari sikap-sikap mereka yang penuh kebencian kita tahu bahwa ajaran yang mereka bawa bukan berasal dari Tuhan namun dari ambisi pribadi atau bahkan mungkin dari bujukan iblis yang menyamar sebagai nabi.

Kita sekalian diminta untuk sungguh hati-hati dalam menyikapi hal ini. Satu-satunya hal yang dapat kita lakukan hanyalah melihat mereka dan buah-buah hasil tindakannya. Apapun yang menghasilkan perselisihan, kebencian, dan curiga serta kematian bukan berasal dari Tuhan namun dari iblis yang menyamar. Maka kita sebagai seorang beriman hanya dapat melawan kuasa iblis ini dengan doa-doa dan mohon pertolongan dari Hati Maria Yang Tak Bernoda. Hanya dialah yang sanggup menolong kita untuk menghancurkan kuasa iblis yang menyamar ini. Maka persis seperti pesan Bunda Maria dari Fatima, kita perlu untuk selalu berdoa bersama Bunda Maria untuk kedamaian dunia. Semoga berkat doanya segala sesuatu yang bukan Allah dimusnahkan demi damai dan kesejahteraan umat manusia. Amin. Tuhan memberkati.

 

 

Doa:

Ya Tuhan Engkau telah memberikan BundaMu sebagai bunda kami. Dalam Hatinya Yang Tak Bernoda kami menungsi dan mohon perlindungan. Bantulah kami untuk membedakan segala sesuatu yang berasal dariMu dan segala sesuatu yang bukan berasal dariMu. Bantulah kami pula untuk mampu menghindarkan diri kami dari setiap hal yang bukan berasal dariMu. Dalam nama PuteraMu Tuhan kami Yesus Kristus kami berdoa. Amin.

Comments are closed.
Translate »