Percaya VS Mengingkari Allah
Sabtu, 25 Juni 2016
Bacaan I : Ratapan 2; 2.10-14.18-19
Injil : Matius 8: 5-17
Kisah tragis yang dialami bangsa Israel bermula saat mereka mengingkari Yahwe, Allah mereka. Selain beribadah kepada Allah mereka juga menyembah dewa-dewa lain yang bukan Allah. Selain itu mereka juga mengingkari Allah yang maha kuasa. Sebagai akibatnya bangsa Israel dengan segenap pemimpin dan harta benda mereka mengalami pembuangan. Saat mereka mengalami kesusahan di titik nadir hidup mereka barulah mereka berpaling kembali kepada Allah. Sering kali kita pun bersikap sama seperti mereka. Saat kita mengalami susah yang sangat menekan barulah kita berpaling kepada Allah.
Tentunya baik bila kita mau belajar dari perwira Romawi yang sungguh berbudi. Meskipun ia seorang yang punya kuasa namun hatinya penuh dengan rasa peduli pada bawahannya. Bahkan imannya akan Tuhan mengalahkan iman bangsa Israel yang telah lama bergaul dengan Allah. Dari kedua pengalaman di atas kita belajar bahwa percaya kepada Allah membawa kita pada keselamatan, sebaliknya bila kita mengingkari Allah kita akan mengalami kecewa yang berkepanjangan. Semoga kita sekalian yang telah banyak mengalami kasih Allah selalu membuka hidup kita untuk mau memercayakan hidup kita dalam hati Allah Bapa yang maha rahim. Amin. Terpujilah Tuhan.
Doa:
Ya Allah Bapa kami yang maha rahim, bimbinglah kami ya Tuhan untuk mau selalu Kaubimbing. Bantulah kami untuk selalu memercayakan diri kami kepadaMu. Bila kami menjauh dariMu, atau bila kami mengalami keraguan untuk mengakui Engkau tariklah kami untuk selalu mendekat ke hatiMu yang penuh kerahiman. Ya Tuhan dalam kuasaMu kami serahkan diri kami. Dalam lindungan Hati Maria Yang Tak Berdoda kami serahkan diri kami. Amin.