PANGGILAN HIDUP
Senin, 27 Juni 2016
Am 2:6-10,13-16
Mat 8:18-22
Menjadi murid Kristus adalah hal yang bukan karena kebetulan namun suatu panggilan hidup. Siapa yang memanggil? Yang memanggil adalah Allah sendiri. Dalam panggilan tersebut kita memberikan jawaban atas tawaran kasih Allah yang disampaikan kepada kita. Dengan demikian setiap orang yang menjadi murid Kristus, sejak awal sudah dipilih untuk ambil bagian dalam karya keselamatan Allah. Alangkah indahnya jika setiap orang yang menjadi murid Kristus menyadari anugerah agung tersebut.
Ketika orang tidak menyadari anugerah tersebut maka orang akan cenderung mengabaikan atau ia akan sekedar formalitas belaka dalam mengikuti Kristus. Akibatnya nilai-nilai yang diajarkan Yesus tidak mereka hayati dalam kehidupan. Oleh karena itu agar panggilan beriman kepada Yesus Kristus bisa dihayati dalam kehidupan perlu adanya pemahaman, kesadaran dan percaya akan semua yang diajarkan Yesus. Tidak mungkin orang bisa menghayati imannya tanpa pemahaman yang cukup ; mengapa dan apa tujuannya menjadi muird Kristus.
Kedalaman iman seseorang akan semakin kuat ketika orang mau terus belajar untuk memahami dan menjalin relasi dengan Kristus. Relasi yang dipupuk dari waktu ke waktu dalam ketekunan akan menghasilkan buah ; cinta yang semakin kuat kepada Kristus dan keberanian untuk membagikan cinta tersebut kepada sesama. Dengan demikian setelah relasi yang kuat dengan Kristus terjadi tidak akan ada lagi nilai-nilai Kristiani yang diabaikan.
Marilah berdoa,
Tuhan Yesus yang Maha Kasih kami bersyukur atas panggilan menjadi murid-murid Mu. Engkau telah menyatakan kasih Mu sedemikian besar kepada kami yang lemah ini. Semoga kami mampu menghayati panggilan Mu tersebut dengan ketulusan hati. Dampingilah kami agar kami setia mengikuti Mu. Dikaulah Tuhan dan menyelamat kami. Amin.