Misteri…. auk ah gelap?

Misteri…. auk ah gelap?

Kamis, 21 Juli 2016

Yeremia 2:1-3, 7-8, 12-13
Mazmur 36
Matius 13:10-17

Waktu saya kecil dulu, saya banyak mendengar cerita-cerita rakyat dari ibu saya atau dari sekolah. Sebutlah kisah Si Kancil mencuri timun, Malin Kundang yand durhaka pada ibunya, Bawang Merah yang iri pada adiknya Bawang Putih, dan masih banyak cerita lainnya. Cerita-cerita itu menarik, sering tidak masuk akal, tapi di balik semuanya mempunyai pesan moral dan cara hidup yang baik.

Kita hidup di dunia di mana cerita-cerita tidak terlalu mempunyai daya tarik bagi kebanyakan orang. Kita ingin tahu pesan intinya tanpa bertele-tele. Kita ingin berita yang cukup dimuat di status Facebook atau di bawah 140 karakter di Twitter. Pekerjaan, tugas di rumah, dan hiburan atau rekreasi sehari-hari sudah menghabiskan waktu begitu banyak sehingga kita seperti tidak ada waktu lagi untuk membaca, mendengar, atau merenungkan sesuatu secara serius dan tidak terburu-buru.

Dalam bacaan Injil hari ini, murid-murid Yesus bertanya pada Yesus mengapa ia selalu menggunakan perumpamaan kalau berbicara pada orang banyak. Kenapa tidak langsung saja “to the point”? Yesus menjawab, karena mereka belum mengetahui misteri Kerajaan Allah. Apakah misteri itu kalau bukan Yesus sendiri, yang adalah anak Allah, Allah yang menjelma menjadi manusia, gambar dari Allah yang tidak kelihatan. Para murid sudah hidup bersama Yesus dan mengenal dia, maka Yesus bisa berbicara langsung dengan mereka. Tapi orang kebanyakan belum mengenalnya dan karena itu Yesus menggunakan perumpamaan.

Saya sering heran dengan para pewarta dari beberapa denominasi Kristen yang langsung berkunjung dari rumah ke rumah dan menanyakan apakah anda sudah mengenal Yesus. Saya tidak yakin cara demikian akan membuat seseorang tertarik pada Injil. Untuk mengenal Yesus membutuhkan waktu, melalui jalan yang panjang dan berliku-liku. Kita pun yang sudah menjadi Kristen masih berjalan untuk mengenal Tuhan lebih dalam.

Misteri adalah kata yang sulit dijelaskan. Kadang kita menganggap sesuatu adalah misteri kalau kita sudah merasa tidak mungkin mengetahuinya. Ada kesan bahwa sesuatu yang misterius sebaiknya dikesampingkan saja daripada menghabiskan waktu dan tenaga dengan sia-sia. Tapi Gereja kita mempunyai pengertian lain. Misteri adalah sesuatu yang tidak bisa kita ketahui langsung, dan mungkin tidak akan pernah kita ketahui secara penuh. Tapi kita diundang untuk masuk ke dalam misteri Kerajaan Allah, untuk berjalan semakin dalam setiap hari. Mendalami misteri akan membuat kita merasa semakin mengenal Tuhan, dan pada saat yang sama menyadari bahwa masih banyak yang kita tidak tahu tentang Tuhan.

Kisah keselamatan Allah yang kita baca dan dengar dari Alkitab dan Gereja terus menerus membuka pengertian baru dalam hidup kita. Karena itulah sesuatu seperti Lubukhati ini, walaupun berkisar pada bacaan yang sama, akan terus memberi renungan baru dan pengertian baru bagi kita. Tidak mungkin untuk menghasilkan satu kesimpulan pendek yang akan berlaku sepanjang segala masa. Sabda Allah adalah sabda yang hidup, yang senantiasa berkarya dan menginspirasi hidup kita di waktu-waktu yang berbeda. Jika kita mengharapkan jawaban pendek yang cespleng, mungkin kita akan kecewa. Tapi kalau kita siap dan bersedia untuk masuk ke misteri Kerajaan Allah, niscaya kita akan mendapat sukacita yang tak terbayangkan.

Comments are closed.
Translate ยป