Pelacur atau Rasul?
Jumat, 22 Juli 2016
Hari Raya Pesta Santa Maria Magdalena

Kidung Agung 3:1-4
Mazmur 63
Yohanes 20:1-2, 11-18
Ini tahun pertama kita merayakan Santa Maria Magdalena dengan status “Pesta” (feast), bukan hanya “Peringatan” (memorial). Paus Fransiskus memutuskan untuk meningkatkan derajat perayaan ini dalam penanggalan liturgi Gereja Katolik Roma, suatu tanda bahwa Maria Magdalena dianggap mempunyai peranan sangat penting dalam hidup Gereja.
Siapakah Maria Magdalena? Sayangnya dalam sejarah Gereja seringkali ia dicampuradukkan dengan wanita-wanita yang lain dalam Injil. Ada yang menyamakan dia dengan Maria saudara Lazarus dan Martha. Ada juga yang menyamakan dengan wanita pelacur yang mengurapi kaki Yesus dengan rambutnya dan minyak wangi (Lukas 7:36-50). Predikat pelacur ini terus melekat pada identitas Maria Magdalena sampai para ahli Alkitab mempelajari kembali semua fakta tentang Magdalena. Walaupun demikian, masih banyak umat Kristiani yang masih berpikir bahwa Maria Magdalena adalah pelacur.
Maria Magdalena sebenarnya merupakan seorang yang cukup berada dan ikut membantu membiayai misi Yesus dan murid-muridnya (lihat Lukas 8:3). Ia dikatakan “dibebaskan dari tujuh roh jahat” (Lukas 8:2), yang bisa berarti disembuhkan dari penyakit yang parah. Tapi peran yang paling penting adalah pada saat kebangkitan Yesus. Menurut Injil Yohanes yang kita baca hari ini, Maria Magdalena lah orang yang pertama melihat Yesus setelah bangkit. Ialah orang yang pertama kali datang sendirian, di pagi-pagi buta, mengunjungi makam Yesus dan menemukannya sudah kosong. Ia mengira jenazah Yesus sudah dicuri dan akibatnya menangis tersedu di makam itu.
Mungkin inilah salah satu alasan kenapa Yesus memilih Magdalena sebagai orang pertama yang diberi penampakan olehnya. Kerahiman Ilahi Yesus ditampakkan padanya sehingga tangisnya berubah menjadi sukacita Paskah. Yesus juga memberinya mandat untuk memberitakan kepada murid-muridnya bahwa ia telah bangkit, bahwa ia akan kembali kepada Bapa di surga. St. Thomas Aquinas memberinya julukan “Apostolorum Apostola” atau “Rasul atas para Rasul”. Apostle atau rasul berarti seorang yang dikirim untuk membawa pesan. Duabelas murid Yesus yang kita sebut Duabelas Rasul dinamakan demikian karena mereka diutus Yesus sendiri untuk memberitakan kabar baik ke semua orang. Dan kini kita melihat Maria Magdalena dikirim Yesus untuk memberitakan kabar baik kepada para Rasul sendiri. Semua duabelas Rasul dirayakan sebagai “Pesta” dalam liturgi Gereja kita. Maka sudah sepantasnyalah Maria Magdalena dirayakan juga dengan derajat perayaan yang sama.
Inilah perjalanan panjang dan berliku Maria Magdalena dalam sejarah Gereja. Mungkin tidak jauh berbeda dengan perjalanan wanita dalam sejarah Gereja dan dunia, di mana mereka sering ditindas, dilupakan, dan dianggap lebih rendah statusnya daripada lelaki. Seperti Maria Magdalena mereka dituduh sebagai pelacur, penggoda, pengacau rumah tangga orang, sementara si laki-laki bebas dari tuduhan. Hari ini dengan Santa Maria Magdalena, kita mengingat kembali para wanita korban kekerasan, baik di dalam atau luar rumah tangga, baik secara fisik maupun mental, dan bersama-sama berdoa dan bekerja untuk mengakhiri segala macam kekerasan dan ketidakadilan pada mereka.