Ini Aku: Jangan Takut

Ini Aku: Jangan Takut

Selasa, 2 Agustus 2016

 

Dalam setiap badai kehidupan kita, dalam setiap tantangan yang datang silih berganti, sering terjadi bahwa kita menjadi kalut. Pikiran kita dikabuti oleh beratnya tantangan. Hati kita menjadi murung dan kelabu. Kita takut sebagaimana para murid dalam injil hari ini ketakutan ketika badai menghantam perahu kecil mereka. Bagi kita, Tuhan kelihatannya jauh dan berjarak. Kita merasa seakan Tuhan tidak kita temukan dalam badai kehidupan itu dan seperti para murid kita menjadi putus asa dan kehilangan harapan.

Para murid yang disuruh Yesus mendahului Dia ke tepi pantai yang lain, di bawah pimpinan Petrus yang adalah nelayan berpengalaman tentu tahu bagaimana menaklukkan ganasnya lautan. Setidak-tidaknya itulah yang mereka percaya. Namun ketika mereka menghadapi langsungnya keras dan ganasnya badai tersebut mereka sadar bahwa kemampuan dan kepandaian manusia saja tidaklah cukup. Pengalaman Petrus mengatakan bahwa badai yang sedang mereka hadapi itu jauh melampaui setiap kemampuan manusiawi mereka untuk mengatasinya. Mereka berada dalam situasi telur di ujung tanduk. Maju kena, mundur kena. Tidak ada jalan pulang, no way back.

Yesus tidak bersama mereka saat itu, namun Dia tetap mengamati mereka dalam doa-doa-Nya. Yesus tidak bersama mereka secara fisik tetapi Dia tidak meninggalkan mereka menggapai harapan dalam kehampaan. Dia datang menghampiri mereka. Dia tidak meninggalkan mereka menghadapi bahaya seorang diri. Dia mendukung mereka. Dia hadir dan memberi harapan.

Mengikuti Yesus itu tidak pernah tanpa tantangan. Tantangan pasti selalu datang. Kadang-kadang tantangan itu mengecilkan hati kita dan mengerdilkan harapan kita. Kita menjadi ragu dan canggung. Kita tidak percaya diri. Bagaimanapun, kita belajar dari injil hari ini bahwa ketakutan dan ketidakpercayaan diri akan berubah menjadi keberanian, harapan dan kepercayaan jika kita melawan ketakutan tersebut dengan iman yang teguh dan kokoh kepada Yesus.

Tuhan Yesus tetap menatap kita dengan dengan mata kasih yang jauh melebihi batas kekurangan dan kelemahan kita, lebih-lebih dalam moment pencobaan dan kesulitan yang kita hadapi. Yesus memastikan agar kita tidak perlu berubah menjadi pengecut dan penakut kalau kita sungguh percaya bahwa Dia ada di pihak kita dan kalau kita tetap tinggal dalam kasih-Nya.

Comments are closed.
Translate ยป