Peringatan Santo Dominikus de Guzman
8 Agustus 2016
Matius 17:22-27
Hari ini Gereja, dan secara khusus, kelurga besar Dominikan di seluruh dunia merayakan pesta St. Dominikus de Guzman, pendiri Ordo Pengkhotbah. Perayaan kali ini sangat istimewa karena bertepatan dengan perayaan berdirinya Ordo Pengkhotbah 800 tahun lalu.
Santo Dominikus de Guzman dikenal sebagai “Vir Evangelicus”, atau manusia Injili. Gelar ini dia terima karena semangatnya yang membara untuk memberitakan Kabar Baik ke seluruh penjuru bumi. Saat dia memberitakan Injil di Perancis Selatan dan mencoba membawa kembali jiwa-jiwa yang tersesat karena ajaran Albigensian, dia selalu membawa buku Injil Matius. Misinya sangat melelahkan, sering kali ia menerima penolakan dan tidak sedikit musuh yang mencoba menghabisinya. Namun, ia tidak gentar untuk meninggalkan semua hal dan menghadapi berbagai bahaya dalam misi kerasulannya.
Kenapa Dominikus tidak pernah takut dan berhenti memberitakan Injil? Mungkin Injil hari ini bisa memberikan sedikit jawaban. Yesus bersabda kepada para murid-Nya, “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia (Mat 17:22).” Diserahkan ke tangan manusia berarti Yesus akan dikhianati, ditangkap, diadili, dan akhirnya dihukum mati. Yesus akan menderita sengsara dan wafat secara mengenaskan. Semua karena Yesus memberitakan Kabar Baik. Mengikuti Yesus berarti Dominikus ikut memwartakan Injil-Nya. Dan seperti Yesus, mewartakan Kabar Baik membawa konsequensi yang tidak menguntungkan dan terkadang mematikan. Seperti Yesus, Dominikus juga akan ‘diserahkan ke tangan manusia’.
Tetapi, Dominikus tidak gentar karena ia tahu bahwa penderitaan bahkan kematian bukanlah kata akhir dari pemberitaan Injil. Yesus telah bangkit dan mengalahkan maut dan semua usaha yang mencoba menghentikan pemwartaan Injil. Maka, ada kebangkitan yang menanti Dominikus dan semua orang yang dengan setia memberitakan Kabar Baik.
Kita semua dipanggil untuk mengikuti Yesus dan ini berarti kita ikut dalam misi-Nya mewartakan Kabar Baik. Mungkin kita tidak bisa menjadi seperti santo Dominikus saat dia mewartakan Injil, tetapi mewartakan Injil dapat kita lakukan setiap saat dengan cara-cara sederhana. Apakah kita ulet dalam mendidik anak-anak kita dalam iman katolik? Apakah kita berani untuk terus setia kepada pasangan hidup kita walaupun harus menghadapi banyak kesulitan? Apakah kita memberikan waktu kita untuk aktif di lingkungan atau paroki ditengah-tengah kesibukan kita?
Santo Dominikus de Guzman, doakanlah kami!