Ragu

Ragu

hopeKamis, 19 Desember 2013

Lukas 1: 5-25

Dalam Kitab Suci Perjanjian Lama dikisahkan bahwa barang siapa melihat Tuhan pasti ia mati. Maka tidak mengherankan bila dalam Injil hari ini Zakaria merasa takut karena ia melihat dan bahkan bertemu dengan malaikat yang adalah utusan Tuhan. Malaikat terebut mengatakan bahwa ia akan memperoleh seorang anak laki-laki dari istrinya, Elisabet, yang adalah mandul. Mendengar hal ini tentu saja Zakaria tidak langsung percaya. Secara logika ia memahami bahwa hal tersebut tidaklah mungkin karena baik ia dan Elisabet telah sama-sama lanjut usia dan mustahil untuk memiliki seorang anak. Maka untuk meyakinkan Zakaria bahwa hal itu benar malaikat Gabriel menjadikan Zakaria bisu. Ia dijadikan bisu untuk membungkam ke-tidakpercayaan-nya. Memang Allah terkadang membungkam kita ketika kita kurang percaya akan karya-karyaNya. Bagi Allah tidak ada yang mustahil.

Bagi kita – menurut Jean Paul Sartre – yang hidup dalam “the age of reason” sangatlah sulit untuk menerima hal ini. Mungkin banyak orang mengatakan bahwa hal-hal ini hanyalah isapan jempol belaka. Bagi orang yang kurang percaya mereka bisa berkata demikian, namun bagi kita orang yang beriman hal ini adalah tanda kebesaran Allah. Dalam hal ini kita ditantang oleh Tuhan, kita mau mengikuti alur logika kita atau kita ingin mengikuti dan berserah kepada Tuhan. Segalanya berpulang kepada kita masing-masing. Namun hendaknya kita siap-siap bila sewaktu-waktu Tuhan membungkam kita karena ke-tidak-percayaan kita. (Sulistya)

Comments are closed.
Translate »