Salib adalah lambang cinta

Salib adalah lambang cinta

Sabtu, 24 September 2016

 

Luk 9:43-45

Tak jarang kita amati dalam kehidupan bersama, kebanggaan seseorang diukur dari apa yang ia miliki, dengan siapa ia bergaul, berapa banyak orang yang mendukungnya dan berapa besar kekuasaan dan wewenang yang ia miliki. Namun bagi kita orang krstiani, kebanggan kita adalah Salib Kristus. Salib itu bukanlah menjadi lambang penghinaan atau hukuman tetapi lambang cinta Allah yang menyelamatkan kita.

Bacaan Injil hari ini mengajak kita merenungkan mengenai misteri salib Kristus yang menjadi sumber dan lambang cinta Allah. Melalui salib, Allah menyelamatkan dan menebus manusia dari dosa. Salib Kristus juga menjadi lambang kemuliaan Allah. Kalau demikian bagi kita, penderitaan yang kita alami bukan lagi menjadi lambang hukuman dan celaka, tetapi menjadi saat bagi kita untuk memahami penderitaan Kristus dan menjadi jalan untuk mengambil bagian dalam penderitaan Kristus. Kita diundang untuk memahami bagaimana salib Kristus membawa kemenangan dan memimpin kepada hidup baru bersama Kristus yang bangkit. Setiap hari Yesus mengundang kita untuk mengikutiNya dan memanggul salib bersamaNya. Salah satu latihan untuk mengambil bagian dalam penderitaan Kristus adalah berusaha memilih untuk setia, rela berkorban, bekerja lebih giat, belajar lebih tekun, melayani lebih tulus dan mencintai lebih kreatif.

« Tuhan Yesus, dengan salibMu telah menebus dunia dan menyatakan kemuliaan dan kemenangan atas dosa dan kematian. Semoga kami tidak pernah lelah dan gagal untuk melihat kemuliaan dan kemenganMu itu dalam misteri salib. Bantulah kami setia untuk mengikuti jalanMu dan melakukan kehendakMu. » Amin.

Comments are closed.
Translate »