Renungan Sabtu, 19 Nopember 2016

Renungan Sabtu, 19 Nopember 2016

Renungan Sabtu, 19 Nopember 2016

Bacaan- bacaan: Why 11:4-12; Mzm 144:1.2.9-10; Luk 20:27-40

Besok kita akan merayakan Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam. Bacaan-bacaan hari ini mempersiapkan kita untuk mengalami Kristus maraja. Gambaran yang diberikan kepada kita adalah situasi peperangan. Umat Allah yang kendati kalah karena dibunuh musuh, akan dimenangkan melalui kebangkitan orang-orang mati.

Bagaimana situasi kebangkitan itu bisa digambarkan? Mereka akan hidup artinya tidak akan dapat mati lagi, mereka akan seperti para malaikat, dan mereka akan disebut anak-anak Allah karena mereka sudah dibangkitkan. Mereka akan memandang Allah yang hidup.

Apa yang dapat kita petik dari pemahaman tadi? Bukankah kembali kita dihibur oleh Sabda Tuhan? Sabda Tuhan bukan hanya menjadi pegangan dan tuntunan hidup kita untuk menemukan kabahagiaan surgawi, melainkan juga menjadi kekuatan untuk bertahan dalam iman jetika kita mengalami situasi “peperangan”.

Setiap hari kita menghadapi kesulitan untuk mempertahankan iman. Tantangan dan godaan sering kali terlalu kuat untuk kita tangani. Ambilah misalnya godaan materialisme. Media menawarkan barang yang tidak kita butuhkan. Banyak orang tergiur membeli barang-barang yang sebenarnya tidak diperlukan; atau kalau toh dibutuhkan kita sering salah memilih sehingga kita membeli barang di luar kemampuan kita.

Saya pernah mendengar bahwa 75% orang Amerika hidup dari “pay check to pay check” artinya kelihatannya masyarakat Amerika Serikat itu kaya raya namun sebenarnya terbatas juga, sering mereka tidak memiliki cukup uang untuk emergency. Kebanyakan masyarakat membeli barang atau memiliki gaya hidup jauh di atas kemampuan ekonomi mereka.

Godaan materialisme menjadi salah satu musuh kita, namun kita seringkali kalah dalam pertempuran untuk melawannya. Kita perlu menggantungkan hidup kita pada Sabda Tuhan dan merenungkannya dalam doa. Marilah kita rela mati atas semua godaan duniawi sehingga kita akan bisa dibangkitkan.

Comments are closed.
Translate »