Senin, 21 November 2016

Senin, 21 November 2016

Senin, 21 November 2016

Why 14:1-3,4b-5

Luk 21:1-4

Dimata Tuhan setiap pribadi manusia begitu berharga sebab Tuhan tidak membeda-bedakan manusia berdasarkan status, keturunan, pendidikan, ekonomi dll. Namun mengapa antar manusia sendiri sering terjadi perlakukan yang berbeda-beda. Mereka yang miskin dan status pendidikannya yang rendah sering kali disingkirkan. Perlakukan yang tidak sama inilah yang memunculnya ketidak-adilan dan penindasan dalam masyarakat. Golongan orang kaya dan berpendidikan tinggi menjadi kelompok elit yang mendapat banyak kemudahan dan fasilitas namun golongan orang-orang miskin semakin hari semakin sulit untuk mendapatkan hak-hak mereka dan semakin sulit untuk mengalami hidup yang sejahtera. Yesus Kristus mengangkat tinggi janda miskin yang diremehkan oleh masyarakat. Yesus memuji sikap janda miskin karena ia berani menyerahkan seluruh hartanya untuk Tuhan. Dari kisah ini ditunjukkna ternyata apa yang telah dilakukan janda miskin tersebut lebih mulia daripada orang-orang kaya.

Sebagai murid-murid Yesus Kristus, kita diajak untuk memiliki cara pandang yang baru dalam bersikap dan membangun relasi dengan sesama. Sikap yang diajarkan Yesus adalah mengasihi sesama seperti diri-sendiri. Kasih menjadi fondasi dalam berteraksi dan berelasi. Kasih yang diajarkan Yesus adalah tulus, tanpa syarat. Jika orang berlandaskan kasih maka orang akan bisa memperlakukan sesamanya dengan adil dan tidak akan mengadili atau menghakimi sesamanya dengan kata-kata maupun dengan tindakan yang jahat. Banyak bermunculan peristiwa kekerasan dalam masyarakat disebabkan karena orang gagal dalam mengasihi sesamanya.

Saat ini dibutuhkan pribadi-pribadi yang berani memberi kesaksian hidup tentang belas-kasih dan sikap murah hati untuk bisa saling mengampuni. Jaman yang semakin modern membuat orang yang bisa mengunankan tehnologi merasa memiliki harga diri semakin tinggi. Sebagai murid Kristus “harga diri” bukan sesuatu yang penting karena ada yang lebih penting yaitu ketulusan hati dan kasih yang selalu bersemayam didalam hatinya. Kasih yang tulus menjadikan kita semakin dekat dengan Allah.

Marilah berdoa,

Tuhan Yesus Kristus, terima kasih atas pengurbananMu kepada kami. Sekalipun kami orang yang berdosa namun Engkau tidak meninggalkan kami. Doronglah kami untuk berani mewartakan kebaikan Mu kepada sesama kami. Agar nama Mu semakin dikenal dan dimuliakan. Sebab Engkaulah Sang juru selamat kami, Amin.

Comments are closed.
Translate »