Peringatan St. Ambrosius, uskup dan doctor Gereja
Rabu – Adven 2 – 7 Desember 2016
Peringatan St. Ambrosius, uskup dan doctor Gereja
Matius (11:28-30)
Sekali peristiwa bersabdalah Yesus, “Datanglah kepada-Ku, kalian semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah-lembut dan rendah hati. Maka hatimu akan mendapat ketenangan. Sebab enaklah kuk yang Kupasang, dan ringanlah beban-Ku.
Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus mengajak kita pengikutNya yang merasa penat atau beban dalam mengikuti Dia. Dia berjanji akan memberikan kelegaan kepada kita. Pertanyaannya, seperti apakah kelegaan yang akan diberikan Yesus kepada kita? Dlam bahasa Yunani, “kelegaan” menunjuk pada pembaharuan atau penyegaran kembali. Kelegaan tidak berarti beban yang kita pikul itu hilang atau kita tidak merasa lelah lagi. Akan tetapi kelegaan bersama Yesus memampukan kita untuk membaharui semangat kita, motivasi kita kembali disegarkan untuk terus mengikuti Yesus.
Kata “kuk” berati kayu lengkung yang dipasang di tengkuk kerbau (lembu) untuk menarik bajak (pedati dan sebagainya). Dalam bahasa Ibrani, kata kuk bermakna kiasan yang menggambarkan perbudakan, penderitaan, tunduk, menyerah, disiplin, tugas dan kepatuhan. Mereka berbicara tentang kuk hukum, perintah, kerajaan, Allah. Mereka juga berbicara tentang kebebasan, hidup, dan penyerahan diri kepada Tuhan.
Yesusk mengajak kita untuk datang kepadaNya Karen bebanNya mudah/enak dan ringan. Dia menawarkan kepada kita kerajaan kebenaran, damai dan sukacita. Dalam kerajaanNya, dosa kita tidak hanya di ampuni tetapi juga dihapus dan hidup kekal diberikan kepada kita pengikutnya. Kuk kerajaan Yesus, aturan dan cara hidupNya, membebaskan kita dari beban rasa bersalah dan dari penindasan dosa serta perasaan yang menyakitkan.
Mari kita terima undangan Yesus untuk datang kepadaNa untuk penyegaran rohani bersama Diajika kita merasa lelah dan mempunyai beban dalam mengikuti Dia.
Menerima undangan Yesus ini tidak berarti bahwa kita tidak lagi mengalami kesulitan dan cobaan dalam hidup ini. Akan tetapi Yeses memberi makna baru dan berbeda bagi setiap beban yang kita pikul, membimbing dan membantu kita dalam mengahadapinya. Bersama Yesus kita dapat menghadapi berbagai tantangan karena Dia selalu berada bersama kita dan memberi kita kekuatan, memberi kita arah/ jalan keluar dan penghiburan dari segala bentuk pencobaan atau beban. Jangan pernah kita menolak undangNya karena Dia memahami apa yang kita alami dalam hidup ini.
Undangan Yesus ini sungguh meneguhkan kita terutama dalam masa adven ini bagi kebanyakan dari kita yang hari-hari selalu sibuk dengan perkara-perkara duniawi. Waktu ini adalah waktu yang baik bagi kita, berhenti sejenak untuk menimbah kekuatan, penyegaran kembali hidup rohani kita bersama Yesus.