Kerja, kerja, kerja!
Jumat, 16 Desember 2016
Yesaya 56:1-3, 6-8
Mazmur 67
Yohanes 5:33-36
Kerja, kerja, kerja!
Begitu semboyan kabinet bentukan Presiden Jokowi. Dia mengharapkan menteri-menterinya lebih mementingkan karya nyata daripada menghabiskan waktu dengan omongan belaka. Harapannya adalah hasil kerja mereka dapat menjadi bukti pengabdian mereka sebagai pelayan masyarakat. Kita tahu target ideal ini masih jauh dari kenyataan sekarang, tapi inilah cita-cita yang didambakan Jokowi bagi pemerintahannya.
Yesus pun dalam Injil hari ini berharap bahwa pekerjaan yang dilakukannya dapat memberi kesaksian akan Allah Bapa. Kalau Yohanes bersaksi terutama dengan perkataan dan ajakan untuk bertobat, Yesus bersaksi lebih dengan menunjukkan kuasa Allah dan dengan hidup, sengsara, wafat, dan kebangkitannya sendiri. Menjadi pengikut Yesus yang sejati tidak hanya cukup dengan menjalankan perintahnya, tapi terlebih dengan menyelaraskan hidup kita dengan hidupnya. Yesus sebagai Putra Allah yang menjadi manusia tidak hanya menunjukkan seperti apa Allah itu, tapi juga memperlihatkan pada kita bagaimana menjadi manusia yang sejati sebagai ciptaan yang dikasihi Allah.
Terdapat satu pepatah yang sering dikaitkan dengan Santo Fransiskus dari Assisi: “Kabarkan Injil, dan gunakan kata-kata kalau memang perlu.” Walaupun tidak ada bukti tertulis bahwa Fransiskus berkata demikian, saya rasa dia mempunyai pikiran yang sejalan dengan pesan itu. Secara implisit, pepatah itu mengatakan bahwa untuk menyebarkan Injil, pertama-tama kita harus bersaksi dengan hidup dan tindakan kita sendiri. Inilah mengapa di masa sekarang, Paus Fransiskus bisa menjangkau dan memberi inspirasi bagi banyak orang, termasuk orang-orang yang bukan Katolik. Dia tidak berkata banyak, tapi tindakan-tindakannya dan kerendahan hatinya membuat banyak orang tertarik dan tersentuh. Semoga segala perbuatan dan hidup kita dapat menjadi kabar baik tentang Allah bagi lebih banyak orang lagi.