Perjumpaan

Perjumpaan

 

 

 

 

Image result for zechariah and the angel

Bacaan: Zekariah dan Gabriel, Lukas 1:5-25

Para imam yang bertugas di Bait Allah Yerusalem dibagi menjadi 24 grup, dan setiap kelompok melayani 2x setahun selama seminggu dalam Bait Allah. Dari setiap grup akan dipilih seorang imam untuk masuk ke tempat paling kudus, bagian paling dalam Bait Allah untuk membawa dupa pengudusan persembahan. Setiap Imam hanya akan bisa bertugas khusus ini sekali atau dua kali selama seumur hidup masuk ke tempat paling suci. Dan hari ini, Zakariah suami Elisabeth mendapat kesempatan masuk ke tempat paling kudus itu. Moment paling dramatis dan dinanti-nantikannya selama dia menjadi seorang Imam Israel.

Pertemuaannya dengan malaikat Gabriel menjadi saat yang penuh kejutan sekaligus ketakutan. Saat Gabriel menyatakan kalau Elisabet akan mengandung anak, Zakariah tak bisa memahami pesan sang malaikat, “Aku seorang yang tua renta!” Bagaimana mungkin hal itu terjadi? Pengalaman yang amat dramatis itu membuat dia bisu, tak mampu berkata-kata. Dia hanya diam selama sembilan bulan sampai nanti dia menamai sang anak, “Yohanes.”

Keheningan membuat Zakariah memeluk pengalaman bertemua dengan Alah lewat Malaikat. Hanya orang yang bisa diam, tenang, dan jernih mampu melihat Allah dalam pengalaman hidup setiap hari.

Sayangnya, dunia interkoneksi sekarang membuat kita tak bisa diam dan berhenti sejenak untuk tenang dan merenung sendirian. Seberapa sering kita mengecek email, status Facebook, dan membalas WA? Bahkan menjelang tidur kita masih harus membalas sapaan, serta upload foto terbaru. Rasanya berdosa kalau tidak segera membalas sapaan orang. Kita menjadi orang yang sangat sibuk dengan hal-hal yang remeh, artifisial, namun kita menganggap itu penting dan esensial.

Kesibukan remeh itu membuat hati kita tak bisa terkejut seperti Zakariah! Karena kita sudah terlalu ribet dan lelah dengan smartphone.

Seminggu menjelang Natal ini, berhentilah sejenak, siapkan hati, budi, serta kehendak untuk menerima kehadiran Yesus yang datang di tengah-tengah kita. Jangan sampai moment itu lewat begitu saja. Jangan pernah lupakan saat perjumpaan kita dengan Tuhan!

Comments are closed.
Translate ยป