Selasa, Minggu kedua Advent

Selasa, Minggu kedua Advent

Isaiah 40:1-11
Mathew 18:12-14
polls_jesus_2bgood_2bshepherd_2b3_1318_155754_poll_xlarge“Dalam kesibukan duniawi ini, bukan tidak mungkin kita lupa bahwa kita adalah anak-anak Allah yang harus ikut bertanggungjawab dalam tugas penggembalaanNya”.
Lebih lagi pada saat-saat menjelang Natal, semua orang menjadi sangat sibuk dengan segala macam persiapan yang membuat orang lalu kehilangan arti yang sebenarnya dan makna dari kegembiraan perayaan itu. Kadangkala oleh segala macam kegiatan yang begitu mendesak dan hectic, lebih lagi menjelang akhir tahun menghadapi pekerjaan ataupun project yang harus diselesaikan bukan tidak mungkin kita bisa saja lupa, kehilanngan arah lalu bisa saja nyasar. Bagaimanapun juga dalam situasi seperti ini, Tuhan tak pernah  akan membiarkan kita kehilangan arah dan pegangan.
Mungkin kita untuk sementara, buta akan kehadiran Tuhan dalam hidup ini, tetapi Tuhan selalu ada dan berjalan bersama kita, asal saja kita mau terbuka dan membuka diri untuk kehadiranNya, Tuhan akan menampakan kehadiranNya kembali. Betapapun ada yang mau mengganggu kita, Yesaya dalam bacaan hari ini meneguhkan dan mengingatkan kita bahwa Tuhan akan membuka jalan bagi kita agar kita tidak nyasar.
Ini yang kita namakan percaya. Oleh karena itu dalam Liturgi Sabda, bagian pertama dalam Liturgi Ekaristi, bacaan-bacaan Kitab Suci menjadi bagian yang sangat penting, agar kita dapat memetik sesuatu yang kiranya bermanfaat untuk dapat diaplikasikan dalam kehidupan kita saat itu, pada hari atau minggu itu.
Kedua bacaan hari ini secara umum bersama Yesaya membicarakan “pembaharuan hidup”untuk mampu mewartakan keselamatan dalam status dan tugas penggemalaan apapun yang telah Tuhan berikan kepada kita, menghantar orang lain kepada Tuhan. Inilah tugas penting yang Tuhan percayakan kepada setiap orang pada masa Advent ini untuk ikut ambil bagian dalam tugas penggembalaan.
Saudara/i,
Selama masa Advent ini, kita semua diajak untuk merenungkan kebaikan dan kasih setia Tuhan terhadap kita; sebagaimana dalam Yesaya 40:3-5 mengatakan: “Ada suara yang berseru-seru: “Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk Tuhan, luruskanlah dipadang belantara jalan raya bagi Allah kita! Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran; maka kemuliaan Tuhan akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, Tuhan sendiri telah mengatakannya.”
Dari kitab Perjanjan Lama ini dikatakan bahwa Allah selalu bersama umatNya, telah dinyatakan oleh Yesus sendiri dalam Perjanjian Baru. Semua orang yang mendengarkan dan mengikuti Yesus sudah sangat pasti percaya bahwa kabar gembira itu akan tetap relevan sampai dengan saat ini.
Masa Advent ini menjadi suatu kesempatan yang sangat indah : menggambarkan bayi di palungan yang dapat menarik dan atau menjangkau semua yang kaya ataupun yang miskin; di pihak lain menggambarkan seorang gembala yang menemukan dan membawa kembali dombaNya yang hilang/nyasar. Kedua gambaran ini kiranya dapat dengan tegas menyerukan dan menyentuh hati orang yang nyasar dan merasa telah jauh dari Sang Gembala Utama. Kalau hal itu terjadi maka masa Advent ini akan menjadi masa kembalinya orang-orang yang telah jauh dari Tuhan (a season of welcome and joy). Semoga masa Advent ini dan dengan refleksi ini akan menyentuh kita masing-masing untuk ikut ambil bagian dalam tugas penggembalaan, menghantar dan membawa teman-teman kita, sanak keluarga kita yang telah jauh ataupun menjauhkan diri dari Tuhan kembali kepadaNya.
Comments are closed.
Translate »