16 Mei 2017

16 Mei 2017

16 Mei 2017

Bacaan I : Kisah Para Rasul 14: 19-28

Bacaan Injil : Yohanes 14: 27-31a

Suatu kali seorang teman saya, mantan pecandu narkoba bersharing kepada kami demikian: “di dunia ini, hal yang paling didambakan oleh setiap orang adalah kedamaian. Namun ada dua buah kedamaian, yaitu kedamaian sejati dan kedamaian palsu. Kedamaian sejati membuat hidup kita, tubuh kita, dan setiap aspek diri kita menjadi utuh. Sebaliknya kedamaian palsu membuat kita hidup kita makin hancur, makin dalam terbenam dalam ilusi, dan diri kita atau keluarga kita makin hancur. Ada dua buah hal yang dapat membuat kita damai, yang satu sesaat, yang kedua berlangsung lama dan abadi kalu kita mau mempraktekkannya, yang pertama sungguh mahal harganya, yang kedua gratis. Pokok kedamaian itu adalah NARKOBA dan meditasi”.

Hari ini Tuhan dalam sabdaNya mengingatkan kita sekalian bahwa Tuahn mewariskan kepada kita damai sejahtera. Ya, damai sejahtera. Warisan inilah yang Tuhan tinggalkan untuk kita. Ada banyak cara untuk menggapai damai sejahtera dari Tuhan ini, salah satunya adalah dengan merenungkan sabdaNya. Inti dari sabda Tuhan adalah cinta kasih, dan buah dari cinta kasih salah satunya adalah damai sejahtera. Kita mampu berbagi damai kalau kita memiliki damai. Namun selama kita tak memiliki damai maka kitapun tak mampu berbagi damai. Kalau kita ingin mmeiliki damai yang sungguh gratis, maka jalan satu-satunya adalah mau merenungkan firman Tuhan. Bila kita mau merenungkan firman Tuhan dengan tulus maka firman Tuhan ini akan mengubah hidup kita. Semoga kita sungguh mau tergerak untuk meenungkan firman Tuhan agar hidup kita semakin menjadi damai, sehingga kitapun mampu menjadi pembawa damai. Amin.

Doa:

Ya Tuhan Allah Bapa kami, buatlah kami selalu tergerak untuk merenungkan firmanMu. Bukalah hati kami, hidup kami untuk mau diubah oleh firmanMu sehingga kamipun mampu untuk menjadi pembawa damai di manapun kami berada. Amin.

Comments are closed.
Translate »