Pesta Maria Mengunjungi Elisabeth

Perayaan Maria mengunjungi Elisabeth mengundang kita masuk dalam sebuah relasi personal yang dalam antara kedua wanita. Kedua kisah kelahiran anak mereka akan disambut dengan nyanyian Zakariah, dan kidung Simeon saat Yesus dipersembahkan dalam Bait Allah. Ada dua Makna yang bisa digali dari kisah pertemuan mereka berdua.
Pertama, kedua perempuan ini mengesampingkan agenda pribadi dan fokus akan tugas baru yang akan mereka emban. Keduanya tahu akan masa depan besar yang membayangi, dan kadang menakutkan karena anak-anak mereka adalah utusan khusus Tuhan. Pastilah mereka bermenung, “Apa yang harus disiapkan untuk masa depan anak ini? Konsekuensi apa yang harus mereka tanggung? Bahaya dan kesulitan yang akan segera dihadapi? Semua pertanyaan muncul kala mereka berbagi kisah hidup yang hampir sama.
Kedua, Tuhan tak pernah menunda pekerjaanNya. Maria mendatangi Elisabeth dengan tergesa-gesa. Santo Ambrosius dari Milan berkata, “Nescit tarde molimina Spiritus Santi Gracia”, artinya “Rahmat Roh Kudus tak pernah menunda usaha-usaha kita.” Kalau seseorang mau bekerja sama dengan Roh Tuhan yang bekerja, ia tak akan menunda karya baik Allah. Namun kalau seseorang kurang mau ikut serta dalam pekerjaan Tuhan, ia akan menunda bahkan tak akan melaksanakannya.
Ketika rahmat Allah bertumbuh dalam hati seseorang. Ia akan bekerja dan mendesak orang untuk berbuat sesuatu atau melakukan hal yang tak pernah dia bayangkan sebelumnya. Kita berdoa agar rahmat Roh Kudus yang akan Allah berikan dalam Pentakosta juga membuat kita mau bekerja bersama Dia, tak menunda pekerjaan Tuhan yang dipercayakan pada kita.