Peringatan Wajib Santo Maksimilianus Maria Kolbe, Imam – Martir

Peringatan Wajib Santo Maksimilianus Maria Kolbe, Imam – Martir

Senin, 14 Agustus 2017

Peringatan Wajib Santo Maksimilianus Maria Kolbe, Imam – Martir

Kitab Ulangan (10:12-22) Bacaan Injil (Matius 17:22-27)

 

“Jangan lupa cinta!”

Hari ini gereja merayakan peringatan wajib St. Maximilianus Kolbe. Maximilianus Kolbe adalah seorang Fransiskan, Lahir di Polandia 8 Januari 1894 dan menjadi Imam Fransiskan pada tahun 1918. Dia menjadi misionaris dan menyebarkan devosi kepada Tuhan Yesus dan Bunda Maria di Jepang dan India. Setelah kembali dari tanah misi, selama perang dunia II, St. Maximilian Kolbe  menyediakan tempat pengungsian  untuk lebih dari 2000 orang Yahudi yang dianiaya oleh Nazi. Dia juga sangat berani menentang kekejaman para Nazi lewat stasiun radio miliknya.

Pada Tahun 1941 St. Miximilan ditangkap dan dikirim ke Auschwitz. Pada tahun yang sama salah seorang tahanan kabur dari penjara dan para tentara Nazi  memutuskan untuk memisahkan 10 orang untuk dibiarkan mati kelaparan supaya tidak ada orang lagi mencoba untukmelarikan diri.  Salah satu dari antara 10 orang tersebut adalah Franciszek Gajowniczek, seorang suami dan bapak keluarga yang masih mudah. Ia  dengan sangat histeris berteriak,” istriku! anakku!” Mendengar teriakan kesedihan ini, St. Kolbe merelakan dirinya untuk menggantikan oran ini.

Ketika St. Kolbe dibawa ke tempat dimana mereka dibiarkan mati kelaparan, dia dengan tegar meminta kepada yang lain, “Jangan lupakan cinta!”

Ditempat dimana mereka sengrasa, dia memimpin  mereka untuk berdoa dan puji-pujian agar mereka tetap semangat dalam menghadapi penyiksaan. Setelah dua  minggu dalam kelaparan dan kehausan hanya St. Kolbe masih bertahan hidup. Dia akhinya meniggal setelah disuntikan asam karbol yang mematikan.

Kisah St. Maximilianus adalah kisah cinta yang sangat menggugah hati kita. “Tidak ada kasih yang lebih indah dari pada seorang memberikan dirinya  bagi sahabatnya.” John 15:13) St. Maximilianus mempraktekan imannya dengan tindakan cinta dan pengorbanan.

Maximilianus Kolbe kanonisasi pada tahun 1982 oleh Paus Yohanes Paulus II dan sangat menarik adalah  Franciszek Gajowniczek hadir dalam misa kanonisasi.

Ketika kita merenungkan hidup St. Maximilianus Kolbe, mari kita lihat diri kita masing-masing. Apakah kita hidup untuk diri kita sendiri atau hidup yang diinspirasi oleh  cinta dan pelayanan kepada orang lain? Apakah kita berani untuk memberikan diri kita atau bersedia mati untuk orang lain?

Mari kita belajar dari St. Maximilianus  untuk selalu ingat akan cinta. “ Jangan  lupa cinta!”  St. Maximilianus Kolbe doakan kami agar kami mampu memilih Tuhan dan cinta dalam hari-hari hidup kami.

 

Comments are closed.
Translate »