Peringatan St. Karolus Boromeus, Uskup
Sabtu Pekan Biasa XXX, 4 November 2017
Bacaan: Roma 11:1-2a.11-12.25-29; Lukas 14: 1.7-11.
Peringatan St. Karolus Boromeus, Uskup
Dengan tegas Tuhan Yesus mengatakan, “Barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan”. Ungkapan Yesus ini muncul karena Ia melihat bahwa ada kecenderungan manusia untuk mencari kedudukan, posisi dan kehormatan di depan sesamanya. Oleh sebab itu Yesus mengingatkan bahwa kecenderungan itu justru akan mendatangkan kekecewaan, karena kemungkinan besar keinginan seperti itu tidak akan terwujud. Sebaliknya Yesus mengajarkan untuk bersikap rendah hati dan menjadi kecil di hadapan sesama. Menjadi rendah hati justru menunjukkan bahwa kwalitas hidup yang tinggi dan mulia. Inilah yang seharusnya ditampilkan oleh setiap manusia di hadapan Tuhan dan bukan hanya di hadapan sesamanya. Semua yang kita lakukan bagi sesama kita, menunjukkan pula sikap kita terhadap Tuhan.
Sampai hari ini kita masih mengalami dalam kehidupan harian kita adanya kecenderungan mencari pujian, kedudukan dan tempat utama di hadapan sesama manusia. Oleh sebab itulah kita perlu waspada akan kecenderungan ini. Tujuan dan langkah hidup kita sudah jelas dan jangan dikaburkan lagi dengan sikap hidup kita yang tidak selaras dengan iman kita. Dengan jelas Santo Paulus juga menulis dalam Bacaan Pertama bahwa kejatuhana manusiawi kita itu terjadi karena kita menjadikan diri kita penting, hebat, padahal kita semua adalah sama sebagai ciptaan Tuhan. Tuhan selalu menginginkan kebaikan dan keselamatan bagi kita semua, namun dengan sikap dan perbuatan yang kita lakukan, kita bisa saja menjauh bahkan menjatuhkan diri kita ke dalam kehancuran.
Menjadi kecil di hadapan Tuhan, juga sederhana di hadapan sesama, hendaknya tampak dalam hidup dan pelayanan kita. Seperti yang dilakukan oleh Santo Karolus Boromeus yang kita kenangkan pada hari ini. Walaupun ia adalah seorang uskup, namun ia terus berusaha menjadi sederhana dengan memberikan yang terbaik bagi Gereja dan melayani Gereja dengan kemampuannya. Semua yang dilakukannya adalah demi Kemuliaan Tuhan dan keselamatan sebanyak mungkin manusia. Saatnya juga bagi kita untuk menjadi semakin rendah hati dan selalu menjadikan Tuhan yang utama dalam hidup kita, mulai hari ini lagi.
Berkat Tuhan.