JANGAN BERIMAN SEKEDAR SEBAGAI ‘DISPLAY’ SAJA!

JANGAN BERIMAN SEKEDAR SEBAGAI ‘DISPLAY’ SAJA!

Minggu, 5 November 2017

[Mal. 1:14b-2:2b,8-10; Mzm. 131:1,2,3; 1Tes. 2:7b-9,13; Mat. 23:1-12]

JANGAN BERIMAN SEKEDAR SEBAGAI ‘DISPLAY’ SAJA!

Di sebelah selatan asrama kami, ada toko buah yang buka hampir setiap hari. Setiap kali lewat di depannya, selalu ada hal yang selalu menjadi pertanyaan, namun belum terjawab sampai kini. Sebenarnya pertanyaan itu adalah mengenai hal yang sederhana: “Buah-buah itu kadang tidak memiliki ‘umur’ yang panjang, namun kalau tidak sempat terjual, mau dibawa kemana buah-buah tersebut? Apakah dibuang atau dibeli murah? Dan, hampir setiap hari, buah-buah yang ‘ditampilkan’ adalah buah-buah yang baru dan segar, supaya menarik setiap pembeli yang datang hendak membeli buah-buah.” Namun, ada pengalaman juga bahwa, buah-buah yang ‘ditampilkan’ ini, atau yang diletakkan di kotak ‘display’, tidak sesuai dengan buah-buah yang nanti akan dibawa pulang. Mungkin, berbeda antara buah yang ‘dipajang’ dan buah yang ‘dibawa pulang pembeli’. Kalau seperti ini, pembeli bisa tertipu, karena beda kualitas antara kenampakan luar yang ditampilkan, dan wujud asli dari yang dinikmati di rumah.

Nah, Yesus hari ini juga mengutarakan hal yang sama, berkaitan tentang: kenampakan luar dan kenyataan di dalam. Yesus mengecam orang-orang Farisi yang ‘melakukan segala hal hanya dimaksud supaya dilihat oleh orang, dan untuk mendapatkan penghormatan di pasar dan di rumah ibadat’. Yesus mau mengatakan bahwa perbuatan orang-orang Farisi ini adalah perbuatan yang tidak benar, karenan membawa orang-orang pada kesesatan. Di satu sisi mereka menjadi teladan, namun pada kenyataan, mereka tidak melaksanakan perintah-perintah agama, dan bahkan justru merugikan orang-orang lain, dengan ‘mengikat beban-beban berat dan meletakkannya di atas bahu orang’. Kita diajak untuk menghidupi iman yang bukan sekedar sebagai ‘kenampakan luar’ atau sekedar ‘display’ saja, supaya terlihat menarik dan disukai orang, padahal dalam kedalaman diri, yang terjadi adalah kemunafikan yang menjadi-jadi. Maka, semoga hidup kita adalah hidup senantiasa mengusahakan kekudusan sejati dan iman yang murni, yang terwujud juga dalam kasih kepada sesama.

Selamat pagi, selamat berhari Minggu. Selamat mengusahakan iman yang mantap di luar dan di dalam. GBU.

Comments are closed.
Translate »