Hari Senin Minggu ke 32 Masa Biasa
Hari Senin Minggu ke 32 Masa Biasa
Kebijaksanaan 1:1-7
Lukas 17:1-6
Saudara-saudari terkasih,
Di Amerika Serikat hari ini gereja memperingati St. Francis Xavier Cabrini yang pada tahun 1946 sebagai warga negara Amerika Serikat yang pertama digelar kudus. Beliau hidup dari tahun 1850 -1917, dilahirkan di Italia dengan nama Maria Francesca Cabrini. Dalam usia 24 tahun St. Francis Xavier Cabrini sudah mulai mengajar di panti asuhan dan enam tahun kemudian beliau mendirikan serikat misionaris dari para suster dari Hati Kudus. Pada tahun 1889, atas permintaan Paus Leo XIII, beliau diminta untuk pindah ke Amerika Serikat, dan selama di Amerika Serikat, kongregasinya menyebar sampai ke Amerika Selatan, Amerika Tengah dan Ingris. Dari hidup dan pelayanannya kita bisa belajar seperti apa yang beliau katakan: Kita harus berdoa terus menerus, karena keselamatan itu berasal dari Yesus sendiri.
Kedua bacaan kita hari ini teristimewa dari bacaan pertama dari kitab Kebijaksanaan, pengaranganya tidak pernah tahu siapa itu ibu Cabrini, teapi awal dari bacaan itu sungguh-sungguh menggambarkan hidupnya: “Kasihilah kebenaran hai para penguasa dunia, hendaklah pikiranmu tertuju kepada Tuhan dengan tulus ikhlas, dan carilah Dia dengan tulus hati!” Betapapun dalam usia yang masih sangat muda, beliau sudah sakit-sakitan, dan bagi sesama suster dalam biara merasa tidak bijaksana bagi suster Frances Cabrini hidup dalam tuntutan yang sangat keras dalam kehidupan membiaranya. Berkat ketekunan dan kesetiaannya, akhirnya ia bisa mendirikan satu konvent baru dengan nama Missionary Sisters of the Sacred Heart.
Saudara-saudari terkasih,
Betapapun ia seorang yang sangat lemah dan sakit-sakitan tetapi beliau setia mendampingi dan bekerja untuk kaum miskin, para buta huruf dan orang sakit terutama para imigrant italia di Amerika Serikat. Pada akhirnya ia sudah mendirikan 67 institut yang bekerja di bidang-bidang seperti yang telah kita sebutkan diatas. Untuk memenuhi dan menjawab panggilannya dalam pelayanan itu, ia rela mengarungi Lautan Atlantik sebanyak kurang lebih 25 kali. Dengan demikian kita boleh katakan bahwa hidupnya telah memancarkan cinta sejati kepada kaum miskin, kepada orang-orang sakit; semuanya itu karena imannya kepada Tuhan.
Oleh karena itu dalam bacaan Injil hari ini Jesuspun secara khusus menegaskan tentang cinta akan kebenaran dalam Tuhan. Dan barangsiapa yang bersalah harus menanggung konsekwensinya. Di pihak lain Yesus mengingatkan para muridNya untuk rela mengampuni kepada mereka yang memohon pengampunan dan mau bertobat. Rela mengampuni tidak bisa dipandang mudah, tetapi itu adalah suatu tantangan dalam diri kita masing-masing. Semuanya itu hanya dapat dilakukan kalau kita benar-benar punya kedewasaan dalam iman. Dengan dan dalam iman yang kuat itu kita akan selalu bisa bertumbuh, berkembang dan bisa mencintai kebenaran, mencintai Tuhan dan sesama.
Akhirnya saudara-saudariku sekalian, contoh dari St. Frances Cabrini sungguh-sungguh menjadi pegangan dan panduan kita dalam menciptakan dan memberi inspirasi bagaimana kita menaruh kepercayaan bahwa Tuhan akan selalu menganugerahkan rahmat dan berkatNya kepada setiap orang yang menjawab panggilanNya dalam tugas apapun; serta rela mengampuni mereka yang memohon pengampunan dan kesembuhan bathin. Amin.