karepe dewek

karepe dewek

Sabtu 2 Desember 2017 

Bacaan I : Daniel 7: 15-27 

Injil: Lukas 21: 34-36 

 

Dalam masyarakat secular, nilai-nilai iman, agama dan moralitas tidak diberi tempat sama sekali. Bagi mereka nilai-nilai itu hanyalah pikiran-pikiran yang membelenggu kebebasan. Dalam masyarakat demikian yang muncul hanyalah keinginan untuk memuaskan diri. Pusat dari segala sesuatu adalah “aku”. Tidaklah mengherankan jika dalam masyarakat yang demikian kejahatan bukannya hilang justru muncul dalam bentuk-bentuk yang halus namun sangat mematikan. Namun banyak orang tidak sadar akan hal ini karena persis seperti yang dikatakan oleh Tuhan pada hari ini “Jagalah dirimu, jangan sampai hatimu sarat dengan pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi…”. 

Masyarakat secular selalu mendengungkan jargon ini “Carpe Diem” nikmatilah hari ini. Namun bagi kita jargon ini bias kita plesetkan menjadi “karepe dewek”Demikianlah adanya, bagi orang-orang yang memuja kenikmatan karepe dewek adalah jargon yang selalu mereka anut. Namun ada satu hal yang merekla lalaikan dan senantiasa hal ini selalu mereka sesali saat kehidupan mereka hampir berakhir, mereka selalu menyesali mengapa saat muda hanya melulu mengejar kenikmatan lahiriah. Hidup bukan hanya melulu lahiriah, namun ada sisi batiniah yang jauh lebih penting dan lebih kuat. 

Perkataan Tuhan ini sungguh tepat untuk menggambarkan keadaan masyarakat kita saat ini entah di dunia Barat maupun di Timur. Tuhan hanya meminta kita untuk selalu ingat bahwa kehidupan kita tidak hanya berhenti saat ini. Masih ada kehidupan lain yang menantikan kehadiran kita, yaitu kehidupan kekal. Artinya aka nada kebahagiaan kekal maupun penderitaan kekal. Kedua-duanya adalah pilihan kita, dan pilihan itu dimulai saat ini. Tomorrow is today, hari esok adalah hari ini. Kehidupan kita di masa mendatang dimulai pada hari ini. Siapkanlah diri kita untuk menyambut kehidupan yang akan datang bersama dengan Tuhan. Amin. Tuhan memberkati. 

 

Doa: 

Ya Allah pangkal kebijaksanaan, ajarilah kami menghitung hari-hari hidup kami, dan bantulah kami untuk mengisinya dengan perbuatan-perbuatan baik dan benar seturut kehendakMu. Amin.  

 

Comments are closed.
Translate »