Senin Adven I 2017
Senin Adven I 2017
Bacaan: Yesaya 2:1-5; Matius 8:5-11
Ternyata ada hubungan yang erat antara iman dan kerendahan hati. Kerendahan hati adalah suatu sikap hidup yang menganggap orang lain sama penting dan mulianya dengan diri sendiri dan karena itu dengan ikhlas menghormati dan melayaninya tanpa merasa hina atau rendah. Sedangkan iman adalah suatu tanggapan atas tawaran kasih Allah dalam bentuk kepasrahan dirinya kepada Allah dan membiarkan Allah bekerja atas hidupnya.
Dalam bacaan Injil hari ini, kita mendapatkan contoh yang jelas soal sikap kerendahan hati dan sikap iman dari seorang perwira yang meminta pertolongan dari Tuhan Yesus. Meskipun ia mempunyai banyak bawahan dan dapat memerintah sekehandak hatinya, tetapi dihadapan Yesus, perwira ini sadar bahwa dirinya nggak ada apa-apaNya. Oleh karena itu, ia merasa tidak pantas ketika Yesus hendak mengunjungi rumahnya. “Sudah Tuhan…. bersabdalah saja sepatah kata, dan aku percaya hambaku pasti sembuh”. Suatu sikap iman yang radikal di tengah-tengah godaan untuk mengandalkan kekuatan dan kuasanya sebagai perwira yang memang ia miliki.
Hambatan terbesar bagi kita untuk beriman adalah kesombongan. Kita belum dapat dianggap sungguh-sungguh sebagai orang beriman hanya dengan rajin misa, latihan-latihan koor, doa-doa lingkungan dst. Kalau kita menghadapi tantangan dan kesulitan hidup, dan kita hanya mengandalkan kekuatan kita saja, maka kita belum menjadi orang yang beriman. Namun apabila kita berani membawa persoalan-persoalan hidup kita kepada Allah dan membiarkan Allah bekerja dan menuntun kita untuk menyelesaikan persoalan-persoalan hidup itu, baru pada saat inilah kita menjadi
orang beriman. Iman dan Kerendahan hati adalah suatu sikap yang merendah dan terbuka di hadapan Allah. Pada akhirnya iman dan kerendahan hati adalah sikap yang membuka diri kepada pertolongan orang lain dan terutama Allah.
Semoga hari ini kita dimampukan untuk meneladan sikap sang perwira yang tidak melulu mengandalkan kekuatannya sendiri, tetapi berani membawa persoalan-persoalan hidup kita ke hadapan Tuhan dan membiarkan Dia menuntun kita melakukan apa yang terbaik bagi kita dan bagi Tuhan. Tuhan memberkati……..