Baptisan Yesus oleh Yohanes Pembaptis menjadi tanda solidaritas Allah

Baptisan Yesus oleh Yohanes Pembaptis menjadi tanda solidaritas Allah

Baptisan Yesus oleh Yohanes Pembaptis menjadi tanda solidaritas Allah

Mrk 1,7-11

Seruan pertobatan yang diserukanYohanes Pembaptis, mengundang orang-orang Israel untuk segera mengubah cara hidup mereka yang lama dan menempatkan Allah di tempat yang pertama. Banyak dari orang Israel yang datang kepada Yohanes Pembaptis untuk dibaptis di sungai Yordan sebagai tanda pembaharuan hidup. Yesus pun juga menghendaki diriNya bergabung dengan orang-orang Israel lainnya bersatu dalam iman kepada Allah. Meskipun tidak mempunyai dosa, Yesus meminta untuk dibaptis oleh Yohanes Pembaptis. Yesus telah memulai hidup pelayanan dan misiNya dengan baptisan Yohanes di sungai Yordan. Inilah bentuk dari solidaritas Allah kepada manusia dan menjadi tanda bahwa Allah merendahkan diriNya untuk melayani dan menyelamatkan manusia.

Menjadi orang beriman berarti percaya Yesus adalah Putera Allah yang diutus ke dunia untuk menyelamatkan umat manusia dari dosa. Seperti yang dikatakan oleh Yohanes Pembaptis, « Aku membaptis kamu dengan air tetapi Dia akan membaptismu dalam Roh Kudus ». Yesus datang ke dunia untuk menunjukkan solidaritasNya kepada manusia. Hal itu juga dilambangkan dengan air dan darah yang mengalir dari lambungNya ketika Ia berada di kayu Salib. Air dan Darah itu menjadi tanda pengorbananNya. Dalam perayaan ekaristi kudus, percampuran air dan anggur menjadi lambang pengorbanan Yesus Kristus di atas Kayu Salib. Kita menemukan misteri cinta kasih Allah itu dalam perayaan Ekaristi yang mengenang kembali misteri hidup Yesus yang mencintai kita dan memberikan hidupNya kepada kita. Dalam sakramen baptis, Allah juga menjadikan kita sebagai anak-anak Allah yang diutus mewartakan Kabar Gembira dan menjadi saksi-saksi untuk membawa misi cinta kasih, kebenaran, keadilan dan pengampunan.

« Allah yang penuh Kasih, curahkanlah Roh KudusMu atas kami agar kami mampu menjadi saksi-saksi cinta kasihMu dalam kehidupan kami sehari-hari »

Comments are closed.
Translate »