The Lord looks into the heart …

The Lord looks into the heart …

The Lord looks into the heart …

1 Sam 16:1-13/Mrk 2:23-28

Bacaan pertama hari ini menarik karena berkisah tentang peristiwa panggilan dan pengurapan Daud menjadi raja. Dalam peristiwa ini Samuel bertindak sebagai wakil Allah yang memberi urapan suci atas Daud untuk menjadi raja bangsa Israel.

Satu hal menarik yang bagi saya cukup mencolok dalam peristiwa pengurapan Daud adalah pesan Allah kepada Samuel: “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”

Hati manusia amat penting karena dari situ kehidupan terpancar (Amsal 4:23). Kata-kata yang keluar dari mulut berasal dari hati (Mat 12:33). Perintah atau firman Allah hendaklah tersimpan di hati (Amsal 4:20-21; Luk 11). “Kamu membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu” (Luk 16:15).

Allah mengenal hati lebih dari kita mengenal diri sendiri. Seperti Daud, kita pun dipilih dan dikasihi oleh Allah. Allah tidak membeda-bedakan dalam mengasihi. Allah juga tidak membedakan dalam mengampuni. Akan tetapi Ia bisa membedakan mana hati yang baik dari yang tidak baik dan tidak berkenan dan karena itu ditolak-Nya. Allah bebas memilih dan menjatuhkan pilihan tanpa intervensi sedikit pun dari manusia. Allah bebas dan kebebasan-Nya selalu menyembuhkan dan menguduskan, membebaskan manusia.

Kebebasan ilahi seperti inilah yang dibawa dan ditawarkan Yesus kepada murid-murid pilihan-Nya sendiri. Namun kebebasan ini sering kali ditantang, diganggu bahkan dilawan seperti nampak dalam diri para farisi. Namun percaya bahwa Putra Manusia adalah Tuan atas hari sabat, kita mohon semoga hati kita dibebaskan-Nya dari segala cela, dosa, berhala dan tipu daya dunia yang fana agar kita boleh mendapatkan kerahiman dan penebusan-Nya

Comments are closed.
Translate »