Yesus tidak waras, pastor Aven gila

Yesus tidak waras, pastor Aven gila

Yesus tidak waras, pastor Aven gila

Mrk 3:20-21

“Kemudian Yesus masuk ke sebuah rumah. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makanpun mereka tidak dapat.

Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi.”

Yesus mewartakan Injil, termasuk melakukan aksi penyembuhan orang sakit. Hal ini semakin membuat nama-Nya terkenal. Bahkan dikatakan untuk makan pun tidak ada waktu. Ada hal yang tidak menarik di sini: anggota keluarga Yesus beranggapan bahwa Ia sudah tidak waras lagi!

Kisah Injil di atas dialami juga oleh seorang pastor muda Indonesia bernama Aven Saur SVD, yang saat ini terlibat aktif dalam pelayanannya terhadap orang dengan gangguan jiwa. Karena keterlibatannya yang intens untuk melayani orang dengan gangguan jiwa maka ia pun dianggap oleh masyarakat sekitar sebagai “pastor gila.”

“Ini sebenarnya stigma terhadap orang yang mengalami gangguan jiwa itu disebut gila. Padahal dalam kamus kesehatan kata gila itu tidak ada. Stigma untuk orang dengan gangguan jiwa, mereka disebut gila. Maka stigma itu juga dalam masyarakat bukan cuma untuk orang yang mengalamai angguan jiwa, tetapi juga untuk keluarganya dan juga untuk orang yang peduli terhadap mereka. Maka pada awal-awal kepedulian saya terhadap orang dengan gangguan jiwa, saya juga disebut pastor orang gila,” kata pendiri Kelompok Kasih Insanis untuk orang dengan gangguan jiwa ini. (https://www.youtube.com/watch?v=ipDnwSkdLNs).

Karya sosial karitatif seperti yang lakukan pastor Aven sebetulnya didorong oleh rasa pedulinya yang tinggi terhadap apa yang disebutnya sebagai “kemanusiaan yang tidak dirawat.” Tanpa perawatan wajah kemanusiaan akan rusak. Tanpa perawatan tubuh hanyalah bongkahan daging yang bergerak tanpa jiwa dan roh. Tanpa perawatan, kemanusiaan kita terpecah oleh luka dan kenajisan. Tanpa perawatan, kemanusiaan menjadi hampa, tanpa nilai dan makna.

Kemanusiaan kita tidak boleh kalah!! Yang terluka harus terus-menerus dirawat dan disembuhkan. Dibutuhkan di sini rasa kepedulian dan solidaritas yang tinggi satu sama lain. Cinta terhadap Allah dan kasih terhadap sesama harus membuat kita bangkit. Kita harus bangkit untuk membantu mereka yang tidak dipedulikan, yang dilupakan, yang sakit, yang terluka, yang hidup tanpa cinta dan perhatian. Ketidakwarasan Yesus dan kegilaan pastor Aven sesungguhnya adalah simbol perlawanan terhadap ketidakpedulian manusia terhadap Allah dan sesama. Dunia akan menjadi lebih baik jika kita benar-benar peduli dan sanggup untuk membagikan kasih dan kebaikan Allah khususnya untuk mereka yang dianggap paling tidak berarti di dalam masyarakat.

Comments are closed.
Translate »